Dua mata.
Dua telinga.
Satu mulut.
Inilah perbandingan nyata yang Allah berikan pada manusia. Ketika Allah memberikan lebih banyak mata dan telinga, itu berarti kesempatan untuk mendengar dan melihat sejatinya harus lebih banyak dibandingkan berbicara. Mata dan telinga yang dimiliki manusia merupakan alat yang menjadi penangkap input bagi tubuh. Selanjutnya, setiap input yang diperoleh harus diolah secara baik dan benar sehingga dapat memberikan interpretasi yang sesuai. Adapun hasil olahan dari input tersebut akan dikeluarkan baik oleh indera pengecap maupun indera lainnya. Semakin baik proses pengolahan dari input menuju output, maka akan semakin baik keluaran yang diberikan oleh orang tersebut.