Hari ini Jum’at, 7 Januari 2010 merupakan hari yang menggembirakan bagi keluargaku. Bagaimana tidak, hari ini aku dan keluargaku (7 bersaudara dan ibu) pergi menjelajahi kota Jakarta. Pukul 8.30 kami mulai mengendarai mobil ke kantor imigrasi untuk menjemput mas hanif yang sedari pagi (06.30) udah duduk manis di kantor imigrasi untuk mengurusi pasportnya. Kemmudian langsung kami tancap gas ke daerah Halim. Tujuan kami adalah Rumah sakit pelabuhan untuk suntik meningitis.
Sepanjang perjalanan aku bersenda gurau dengan kedua adik terakhirku (Halim dan Hanafi). Momen yang cukup jarang kami lewatkan selama ini. Tidak mudah untuk menyatukan kami dalam satu hari secara bersamaan di tengah aktivitas kami masing-masing. Hari Jum’at inilah hari yang dipilih untuk melakukan team building keluarga. Hehe.. J
Ketidakhadiran bapak tidak menyurutkan keceriaan kami. Kami mengerti kesibukan bapak di kantor tidak dapat diganggu gugat. Dan juga bapak tidak bisa suntik meningitis, karena beliau memiliki alergi terhadap vaksin tersebut. Beliau alergi pada beberapa obat atau vaksin yang diberikan oleh dokter semenjak bapak melakukan operasi usus buntu. Aku tidak mengerti secara detil atas apa yang terjadi dalam syaraf ataup apapun itu yang menyebabkan tubuhnya menjadi mudah sekali alergi.
Kembali ke cerita awal, sesampainya di Rumah Sakit pelabuhan di Halim, aku merasakan degup jantungku tidak seperti biasanya. Lebih cepat. Kemudian berulang kali aku berucap “my heart is beat, my heart is beat”... Sudah lama ku tak merasakan bagaimana rasanya disuntik. Kalau tidak salah terakhir kali aku disuntik (di tangan) adalah ketika waktu kelas 4 SD. Sungguh stres banget tadi. Hehee.. :D, langsung aku menenangkan diri “all iz well, all iz well”-seperti Ranchodas Chancad dalam film 3 idiots.
Okaay. Kaki ini langsung melangkah masuk ke ruang tunggu. Akupun langsung duduk di kursi yang telah disediakan. Pertama-tama aku diminta oleh damdam (panggilan sayangku kpd ibu) untuk mengisi formulir pendaftaran dan surat pernyataan. Birokrasi dan administrasi pun selesai dalam waktu sekitar 15-20 menit. Kemudian kami kembali ke ruang tunggu untuk menunggu giliran kami disuntik. Dag dig dug... Panik sempat menghampiriku lagi. Aku putuskan untuk berjalan ke luar ruangan untuk menemui saudaraku yang lain. Huuuh..
Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, kami dipanggil dari urutan yang termuda. Alhamdulillah.. Fiuuh.. Akhirnya ketiga adik diurutan terbawah masuk ke ruangan penyuntikan. Hani, Halim dan Hanafi masuk dengan cukup santai. Huaaa... Kenapa mereka bisa sesantai itu? Aku bergumam dalam hati. Tak beberapa saat kemudian Hani keluar dari ruangan penyuntikkan. “Udah Ni?” tanyaku.”Udah.” Hani meringis kesakitan sembari memegang perutnya. Akupun bingung. Setahuku suntik meningitis dilakukan di lengan kiri atas. “Iya. Disuntik di perut mba.” Kata Hani (masih dengan memegang perutnya). Huaaaaa... Makin panik. Panik tingkat tinggi euy. L
Akupun semakin takut. Tapi tengsin juga kalo menampakkan ketakutanku di depan adik-adikku. Hahaa.. Akhirnya tiba giliranku, dede, hashif dan mas hanif. Kami langsung masuk. Aku pun langsung bertanya, “Disuntik dimana dok?” “Lengan kiri.” Jawab bu Dokter singkat. “Siapa duluan?” tanya dokter. Dengan sigap aku menjawab “Hasna dok.” Adekku pun pasrah. Tanpa persetujuaanya terlebih dahulu aku memintanya untuk disuntik duluan. Dengan gaya cool nya dia masuk ke biliki kecil untuk disuntik dengan dokter. Beberapa menit kemudian dia keluar. Cepat. Cepat sekali. “Sakit de?” tanyaku penasaran. “Dikit” katanya. All iz well, all iz well..
Giliranku pun tibaaa.. Oh NOOO!! “Dok, sakit ga?” tanyaku. “Enggak kok. Kayak digigit semut aja.” Hmm.. semua dokter pun bilang begitu kalau ditanya gimana rasanya disuntik. Untuk menenangkan pasiennya. Saat dokter udah siap menyuntikkan, aku balik badan “ntar dulu dok! Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..” (tingkat kepanikan memuncak). “Okee. Sekarang dok.” (masih dalam tingkat kepanikan yang cukup tinggi). Njuuusss.. Sakit euy. Tapi ga terlalu sakit banget ternyata. Lebih sakit kalau disuntik di gusi gigi.
Setelah suntik menyuntik selesai, aku pun foto. Setelah itu, kami keluar dan menuju mobil. Dalam perjalanan menuju mobil adikku bertanya, “Gimana mba?” “Cetek! Hahaaa..” sembari cengengesan sendiri. Hehee.. Ternyata tidak seburuk yang dipikir..
Tujuan selanjutnya adalah Masjid AtTin, Rumah makan Padang dan tempat foto di daerah RTM... Sungguh perjalanan yang menyenangkan.. J
Itulah sepenggal kisah perjalananku bersama keluarga hari ini, Jumat 7 Januari 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar