Total Tayangan Halaman

Minggu, 27 Juli 2014

1 Syawal 1435 H


Taqqabalallahu minna wa minkum..
Selamat Idul Fitri 1435H

Mohon maaf lahir dan batin :)

Nilai dari sebuah harga atau harga dari sebuah nilai u.u

Ramadhan 1435 H rasanya cepat sekali berlalu.

10 hari pertama kuhabiskan di Yayasan Ibu Harapan Juanda. Ada sepenggal kisah di hari terkahir, terinspirasi dari salah seorang teman bisnis yang baru kukenal.Anak SEBI angkatan 2010. Semoga Allaah selalu merahmatinya dan memberkahi bisnis yang sedang diupayakan.

***

Kisah ini berlatar di sebuah pertemuan yang sangat dinantikan, yap.. pertemuan para pebisnis yang ingin terus belajar dan berkembang..

Isinya berupa sesi motivasi dan sesi sharing.

Mentor: "Apa yang teman-teman targetkan selama 3 bulan ke depan?"
Pertanyaan ringan yang dilontarkan mentor bisnis kepada para menteenya. Pertanyaan sederhana yang tak mudah dijawab jika tak punya tujuan jelas dalam hidup.

Mawar (Nama samaran): [dengan mantap menjawab]
"Saya mau omzet saya minimal 100juta Pak"

Mentor: [Tersenyum sembari memerhatikan mata menteenya yang berbinar penus semangat dan rasa optimis]

Hening sesaat...

Kemudian mentor itu mulai berbicara kepada si Mawar..

Mentor: "Hmm.. Bagus sekali. Saya senang kamu sangat optimis dan terlihat sangat berambisi untuk mendapatkan apa yang kamu targetkan."
[Sang mentor memberikan apresiasi maksimal kepada si Mawar]

Mentor: "Kamu bilang tadi mau 100juta kan ya dalam 3 bulan?"

Mawar: "Yap Pak, 3 bulan 100juta."

Mentor: "Hmm.. Baiklah.. Saya rasa saya punya tawaran menarik, kamu tidak perlu berlama-lama untuk mendapatkan 100juta dalam waktu 3 bulan. Kamu mau?"

Mawar: [Serasa mendapatkan angin segar. Ada tawaran yang menggiurkan karena dapat mempercepat pencapaian targetnya. Mawar penasaran]
"Apa Pak tawarannya?"
[Matanya semakin berbinar]

Mentor: "Miudah saja."

Mawar: [Memerhatikan dengan saksama]

Mentor: "Saya mau kamu jual kuku jari telunjuk kamu sebelah kanan ke saya. Saya beli satu jari kukumu dengan harga Rp 50juta. Boleeh?"

Mawar: [Membelalakan mata tak percaya]
"Serius Pak?"

Mentor: "Yaa, saya serius. Kamu mau?"

Mawar: [Masih berpikir keras. Seandainya satu kukunya diambil, rasanya pasti sakit. Dan Mawar berpikir bagaimana caranya dia menahan sakit selama kukunya belum tumbuh.]

Mentor: [Melihat rona yang meragu di wajah mawar, maka ia memberikan tawaran yang lebih tinggi lagi.]
"Mmm... Kalau begitu, saya beli Rp 500juta untuk satu kuku. Bagaimana?"

Mawar: [Tersenyum]
"Wah Pak, yang bener aja, masa kuku saya ini dihargai sama dengan harga mobil mewah."

Mentor: "Oh, kurang ya? Kalau begitu, Rp 1.5M untuk satu kuku deh. Boleh ga?"
[Tatapan mentor semakin serius]

Mawar: "Yaa Allah.." [Mawar tersentak kaget]

Hening.. Mawar merenung. Menerawang. Membiarkan hatinya menguasai pikirannya..

Mawar: "Yaa Allah, kalo harga kuku gw aja Rp 1.5M, gimana anggota tubuh yang lain!? Tapi Allah ga pernah minta bayaran untuk penyewaan semua ini..."


***

NikmatNya yang mana lagi yang kan didustakan? :')