Total Tayangan Halaman

Minggu, 19 Februari 2012

Zero to Hero

SEPENGGAL INTISARI dari bukunya Ustd. Solikhin


Lakukan percepatan diri, cerdas berkreasi, hasilkan INOVASI!

-Berdayakan waktu, sarana, momentum, dan diri. Lahirkan IDE SEGAR! Kerja untuk menghasilkan KARYA!

"Aku akan duduk di sebuah tempat yang tidak kuberikan sedikitpun tempat untuk syaitan" (Umar bin Abdul Aziz)

Bicaralah dengan KERJA NYATA!

Hiduplah CERIA dengan KREATIVITAS!

Kreatif: memiliki DAYA CIPTA.

Pupuk selalu keIMANan, keTULUSAN dan keMAUan BELAJAR yang KUAT!!

Pahlawan sejati bukanlah kolektor atribut duniawi. Hanya keridhoan ALLAH yang dicari...

Mumpung masih hidup, BERSINARLAH! Jangan biarkan meredup.

Senin, 06 Februari 2012

Acara Isti 5-7 November 2010 yang menyenangkan

Celotehan yg tak sempat terekam banyak...

Kegembiraan saat ISTI tak dapat diungkapkan dengan kata-kata saja..
Sungguh benar-benar menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran berharga.. :)

Dari kelimpungan nyari menu makanan sehat yang murah meriah, salah estimasi anggaran (masa' beras harganya 3,5 juta! bisa gila ibu2 se Indonesia), ada cek cok sama nyokap krn barang2 dibawain ke bogor, jarang kumpul ama staf, dll.
serbaserbi di ISTI sulit untuk dilupakan.

Kepribadian Muslim

Minggu, 05 Februari 2012

Aku menyebutnya: KELUARGA!

Inilah dia keluarga yg menemaniku selama setahun kemarin.. Ada Ares (Ketum), Hammam (Sekum), Suci (Controller), Dona (Treasurer), Ryan (KaBid 1), Dhani (KaBid 2), Pipit (KaBid 3) dan Achie (KaBid 4). Pengurus Inti FSI FEUI 2011..


Selama berada dalam keluarga ini, aku merasakan banyak sekali perubahan karena dorongan dari mereka. Banyak pelajaran berharga yg aku dapatkan dari ke 8 saudara lainnya. Ares yg kritis, strategis, dan pembelajar sejati ini telah berpartner selama kurang lebih 2 tahun, saat berkiprah di Sosmas angkatan pertama dan menjadi pengurus inti FSI. Banyak hal-hal konkret yg aku pelajari dari Ares. Ares pun jago mendesain dan sangat perhatian dengan subordinatnya.

Hammam, aku heran dengan orang yg satu ini. Mau diapain aja tetep tersenyum. Mau dikatain, dicengcengin, dipuji.. respon utamanya pasti ketawa. Hehe.. “hadapi dengan seyuman!” mungkin itu motto hidupnya kali yaa.. Orang ini baik sekali, jangan heran kalo dijuluki kakak baik hati No. 1 d FSI.

Uci, pandai sekali orang ini. Super efisien dan efektif dalam melakukan segala sesuatu. Sekalinya ngeliat Uci stress adalah ketika lagi ngejar target skripsian. Dia menghabiskan waktunya di PDEB untuk nyari n entry data. Selebihnya, aku slalu ngeliat uci sebagai sosok yg nyantai. Cool sekali! Dan orang ter to the point yg pernah aku jumpai.. sekarang bliau udah lulus lho! Senangnyaaa..

Mba Donch, enerjik sekali akhwat yg satu ini. Mba Donch adl salah satu orang yg bisa ngerti perasaan org dan always do the best. Yang sangat menginspirasi adl bliau pintar menjaga rahasia. Krn itulah beberapa kali aku curhat ke mba yg satu ini. Sekarang bliau juga udah lulus dan sedang magang. Mba Donch 3 tahun d FSI dan berkutat di sekitar keuangan. Tahun pertamanya jadi staf danus, tahun ke dua jadi kabiro danus, dan di tahun ketiga jadi treasurer FSI. Cool!

Ryan, teman staf Syiar Islam di tahun pertamaku di FSI. Tingkah polahnya selalu membuat ketawa. Tak salah jika pada ulang tahunnya, kami (SI-ers) memberikan boneka beruang untuknya. Hehe.. isenk.com. Ryan sudah jadi SE juga euy. Dia adl orang yg slalu tau perkembangan akdemik di kampus. Mungkin ngeliat siak ng slalu masuk dalam agendanya setiap hari. Ryan ini orang yang sangat vocal, tak ayal ketika FSI sempat ‘digoncang’ karena opini2nya di public. Itulah Ryan, babeh angkatan 2008.

Mba Dhani, sodara di bidang 2, bersama Wasis. Sedari awal, kami sering menjadi partner dalam kepanitiaan. Banyak hal yg suka kami sharing kan. Seorang yg sangat professional dalam menjalankan amanahnya. Selalu melakukan yg terbaik untuk geraknya roda dakwah di FE. Penuh totalitas. Dan sekarang beliau sedang mengajar anak2 di Garut dalam rangkaian acara GUIM besutan Sosmas BEM UI. Kontribusi!

Mba pipit, ibunda dari anak2 2008. Hehe.. Aku beberapa kali konsultasi atas apa yg aku kerjakan kepada mba Pipit. Beliau adalah akhwat yg sangat peka dan perhatian dengan orang lain. Update twitter adalah hal yg mungkin slalu dilakukan setiap hari. Yaps.. harus up to date lah yaa.. sekarang mba pipit lagi sibuk magang.

Achie, temen OPK dan satu pekanan dg ku. Orang yg dinamis, karena udah beberapa kali ikut lomba, conference dan seminar2 besar. Beliau adalah akhwat yg pandai public speaking. Tak jarang jadi MC di acara2 FSI. Ehhe.. Beberapa kali kami ke rumahnya untuk silaturrahmi, sangat nyaman sekali. Ada kolam renangnya juga euy.. ^^ Achie pandai membuat film dan pandai memakai corel atw adobe photoshop untuk publikasi acara2 FSI..

***

Banyak hal yang telah kami lewati di tahun lalu, dari deep sharing di awal kepengurusan hingga akhir suksesi di akhir kepengurusan. Banyak cerita, kenangan, canda, tawa bahkan air mata. Satu hal yang aku sematkan. Semoga ukhuwah ini tidak luntur, walaupun kita jarang bertatap muka, ejawantahkan rasa rindu itu dalam doa. Semoga selalu sehat yaa sist,bro. Semoga sgala yang dicita-citakan tercapai. Semoga di penghujung kita tetap dipertemukan dengan keadaan yang sangat baik. Amiiin ^^

Cirumput 3 Feb 2012

Beberapa jam aku berada di Cirumput berhasil menggoyahkan keinginanku untuk tinggal lama di kota. Hawa yang sejuk, pemandangan yang segar, penduduk desa yang ramah, itulah hal-hal yang dapat dijumpai di sana. Yups.. 3 Februari yang lalu, aku bersama Bapake, Masanip, Hasip n Hanapret ngabuburit untuk berbagi dengan beberapa anak yatim di sana.

Selama perjalanan pulang dari sekolah mereka, aku dan hasip banyak bertutur. Kami di mobil pertama bersama Hanafi sibuk menyanyikan nasyid yang dibawakan oleh Maher Zain. Setelah merasa cukup untuk karoekean, entah mengapa aku dan hasip mulai berujar tentang mimpi. Mimpinya adalah bagaimana meningkatkan nilai dari para penduduk Cirumput untuk dapat menghasilkan sesuatu. Aku agak tersentak, karena ternyata adikku sudah berpikir jauh untuk berkontribusi. Nyata sekali kontribusinya. Di awali pada tahun 2011 lalu, beliau dan beberapa adik kelasnya melakukan program pengabdian masyarakat. Yang disasar adalah pemuda yang kreatif. Hasip dan kawan-kawan mengadakan pelatihan terkait sablon dan memberikan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk latihan para penduduk mudanya. Dan sekarang mereka sudah punya tempat ‘mangkal’ untuk mengasah kreativitas mereka. Belum sampai mendapatkan penghasilan sih sekarang. Tapi bukan itu menjadi tujuan utamanya. Yang terpenting adalah bagaimana membagi ilmu yang dipelajari di kampus untuk diterapkan di masyarakat. Itulah secercah inspirasi yang aku dapatkan sepanjang perjalanan hingga ke hotel.

Setelah banyak berdiskusi, aku mulai berpikir, apakah tepat jika menggunakan ilmu dan gelar sarjana yang aku miliki untuk keegoisan pribadi?
Lalu, sempa terpikir untuk memberdayakan desa dengan mengoptimalkan potensi alam dan penduduk yang dimiliki. Misal: buat tambak ikan dan punya lahan luas untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran.. Semoga bisa terealisasi, entah kapan 



Ini salah satu pemandangan di Puncak, pagi hari, sekitar jam 06.30an

Sabtu, 04 Februari 2012

Check this out!

Ini nih acara yg kudu dateng..




Mari membumikan ekonomi islam.. Sumangaik!! ^^