Kutipan ini aku temukan dari album foto lawasku..
Semogaaa manfaaaat ya..
Ini tentang WANITA!
***
Wanita yang paling berharga adalah ahli matematika...
Mengalikan kebahagiaan sampai tak terhingga
Membagi kesedihan sampai tak berarti
Wanita yang bernilai itu pandai berhitung...
Menambah keyakinan hingga utuh
Mengurang kegalauan hingga habis
Wanita langit yang singgah di bumi...
Wanita yang wajahnya mengingatkanmu akan surga
Ibadah dan bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi
Total Tayangan Halaman
Kamis, 29 Mei 2014
Taman Mini Bersama HENers ^^
Penyuluhan di Medan Satria :))
Rindunya melihat tingkah polah mereka
Lugu
Polos
Berbicara dengan jujur
Bersikap dengan tulus
Berjalan tanpa beban
Anak-anak selalu penuh dengan keceriaan dan kejutan-kejutan menyenangkan :'D
Aku rindu binar mata mereka yang bersemangat dan bahagia ketika kami datang mengetuk pintu kelas mereka..
Pasar Apung Bandung bersama Kak Kesti dan Kak Hesti :3
Judul malam ini adalah...
Merangkai kenangan-kenangan manis :"D
Banyak kenangan yang berserak di jalan nostalgia.
Mengumpulkan kenangan sama dengan mendefinisikan kebahagiaan di masa lalu..
Yeyeei.. \^.^/
Keceriaan di PKPU Edisi Pasir Limus
Bertiga menyusuri jalan-jalan Desa Pasir Limus dengan senang hatiii u.u
Bersama partner yang baik dan pengertian
Mungkin suatu saat nanti kami akan bekerja bersama-sama lagi, entah di mana dan entah menggarap proyek apa.. Bismillah ^^,
Jumat, 23 Mei 2014
Jam Dinding
Ada cerita agak seru ketika suatu pagi kami menemukan sebuah jam dinding yang sudah carut marut ditempel macem-macem. Biasaaa, jari-jari pada iseng. Hehe..
"Bro, siapa nih yang giniin? Agak ancoer yak" - tanpa babibu, aku berkomentar.
"Au nih, si *** kayaknya. Semalem ga bisa tidur dia, akhirnya ngotak-ngatik jam. " - adekku menimpali.
"Hmm.." - Mencoba melihat dari sudut pandang lain.
"Yaa, aku sih ga masalah. Aku apresiasi malah. Ini walopun masih berantakan, tapi dia punya inisiatif." - enteng mengemukakan pendapat.
YAPS! INISIATIF! Terkadang, dunia butuh ini untuk menjadikannya berputar lebih cepat..
---
Momen pagi-pagi di ruang kerja Height Printing.
*Selalu ada makna dari setiap kata yang tergelincir dari mulut yang fasih berdzikir.
Selasa, 06 Mei 2014
Happy Cleansing!
Happy cleansing!! >_<
Bebenah.
Bebersih.
Beberes.
Sucikan hati, jiwa, diri, raga..
Kembali ke nol lagi..
Kikis segala noda yang pernah nempel..
Atas segala rasa.
Asam, asin, hambar, pahit..
Untuk melangkah ke depan, harus berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu.
Masa lalu adalah artefak kenangan yang harus dibuat indah.
Sepahit apapun. Seasam apapun.
Karena selalu ada hikmah positif dibalik kenagan jadul. hehe..
Tinggal kitanya saja yang harus bersikap 'lebih positif' terhadap apa yang terjadi.
Happy cleansing untuk semua orang yang ingin bergerak lebih dinamis dan tidak terpuruk pada keburukan.
Air yang diam saja akan memunculkan bau yang tak sedap.
Semakin lama semakin keruh dan berlumut.
Bahkan akan dengan sangat mudah ditumpangi oleh jentik-jentik nyamuk.
So, marii jadi air yang dinamis.. >_<
Sekali lagi, HAPPY CLEANSING to all of you guys! u.u
***
Cara cepat membersihkan diri... *menurutku, hihi* :
1. Akui dan ikhlaskan jika ada ketidakberesan di masa lalu
2. Fokus pada solusi
3. Mendekat sedekat-dekatnya dengan Sang Maha
4. Open mind, terima hal baru dengan senang hati
5. Positiflah
6. Berkawan dengan lingkungan yang baik
7. Reorientasi, share your dreams
8. Meroketlah dengan bahan bakar yang tepat dan partner yang tepat
9. Istiqomah, konsisten dengan segala kebaikan yang dilakukan
10. Disiplin
11. Bersyukur dan bersabar
12. Sebaik-baik mungkin beradaptasi
Yaa, dunia adalah arena pertarungan, makaaaa.. BERLOMBALAH! Berlombalah dalam kebaikan!
Fastabiqul khayrat yaa Akhi wa Ukhti.. u.u
Bebenah.
Bebersih.
Beberes.
Sucikan hati, jiwa, diri, raga..
Kembali ke nol lagi..
Kikis segala noda yang pernah nempel..
Atas segala rasa.
Asam, asin, hambar, pahit..
Untuk melangkah ke depan, harus berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu.
Masa lalu adalah artefak kenangan yang harus dibuat indah.
Sepahit apapun. Seasam apapun.
Karena selalu ada hikmah positif dibalik kenagan jadul. hehe..
Tinggal kitanya saja yang harus bersikap 'lebih positif' terhadap apa yang terjadi.
Happy cleansing untuk semua orang yang ingin bergerak lebih dinamis dan tidak terpuruk pada keburukan.
Air yang diam saja akan memunculkan bau yang tak sedap.
Semakin lama semakin keruh dan berlumut.
Bahkan akan dengan sangat mudah ditumpangi oleh jentik-jentik nyamuk.
So, marii jadi air yang dinamis.. >_<
Sekali lagi, HAPPY CLEANSING to all of you guys! u.u
***
Cara cepat membersihkan diri... *menurutku, hihi* :
1. Akui dan ikhlaskan jika ada ketidakberesan di masa lalu
2. Fokus pada solusi
3. Mendekat sedekat-dekatnya dengan Sang Maha
4. Open mind, terima hal baru dengan senang hati
5. Positiflah
6. Berkawan dengan lingkungan yang baik
7. Reorientasi, share your dreams
8. Meroketlah dengan bahan bakar yang tepat dan partner yang tepat
9. Istiqomah, konsisten dengan segala kebaikan yang dilakukan
10. Disiplin
11. Bersyukur dan bersabar
12. Sebaik-baik mungkin beradaptasi
Yaa, dunia adalah arena pertarungan, makaaaa.. BERLOMBALAH! Berlombalah dalam kebaikan!
Fastabiqul khayrat yaa Akhi wa Ukhti.. u.u
Sabtu, 03 Mei 2014
Konsep Pendidikan dalam Rumah
Beginilah bapak mendidik kami di rumah...
1. Jadikan diri sebagai teladan untuk anak-anak
*Dari sisi agama,
Pegang selalu tauhidullah. Hanya Allah yang diEsakan.
Perbaiki selalu kualitas ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Niatkan segala perbuatan untuk beribadah kepada Allah.
Selalu sedekah dan bermuamalah secara baik ke orang lain.
*Dari sisi keduniaan,
Kerja keras.
Disiplin.
Bijaksana.
Ikhlas.
Strong. Jgn lemah sama keadaan, apalagi sama orang lain.
Terampil.
Cekatan.
Berwawasan.
2. Jadikan rumah sebagai tempat paling nyaman untuk beribadah
Bapak membuat semacam spot tersendiri di ruang tengah untuk sholat malam, ngaji dan baca-baca buku. Ini cool lho. Di tengah kesibukannya yang padat, di tengah urusannya yang banyak dan ngejelimet. Selalu ada waktu untuk ibadah. Sholat pun tak ketinggalan untuk selalu berjamaah di masjid, kecuali kalau sakit. Energi utamanya adalah Allah. Yaa, ga ada yang lain.
3. Tebarkan selalu rasa cinta dan kasih
Bapak adalah sosok lelaki yang romantis. Rasa cinta dan kasih dituangkan dengan perlakuan tulusnya pada kami. Beliau menginginkan kami untuk selalu menjadi pribadi yang baik. Beliau punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasihnya pada kami. Itupun dilakukan berbeda kepada setiap anaknya. Salah satu cara sederhana yang dilakukannya adalah dengan membeli banyak hewan peliharaan. Tujuannya apa? Yaa, mendidik kami menjadi pribadi yang bisa bertanggung jawab dalam menjaga hewan. Harapan beliau, kami bisa meningkatkan rasa kepekaan dan rasa sayang kami kepada lingkungan sekitar. Termasuk pada hewan peliharaan.. Nice..
4. Menjadikan rumah sebagai pesantren
Ini yang paling hits di keluarga kami. Beliau punya visi untuk menjadikan kami tetap satu di surgaNya kelak. Beliau berharap kami bisa merasakan nikmatnya berkeluarga lagi ketika kami di surga kelak. Ini ga mudah, tapi selalu ada cara dan jalan, insyaaAllah.. :')
Bagaimana beliau menjadikan rumah sebagai pesantren?
a. Sesi diskusi
Di setiap syukuran ulang tahun anggota keluarga, selalu ada tausiyah ataupun diskusi yang berbobot yang tujuannya untuk reorientasi apa tujuan hidup di dunia. Taburan harapan dan kesan pesan merupakan hal yang biasa kami lontarkan saat sesi ini. Tak jarang kami meneteskan air mata dan saling memeluk. Yaap, mengharu biru.
b. Tahsin
Mulai bulan April 2014 lalu, bapak berinisiasi memanggil Ustadz Shofi untuk mengajarkan kami sekeluarga tentang Al Quran. Kami mulai tahsin dan saling membenarkan bacaan. Jika Ustadz Shofi berhalangan untuk hadir, maka bapak berinisiasi untuk tetap membuat forum tahsin.. Intinya, kami tidak boleh lepas dari Al Quran.Bapak ingin mendapatkan mahkota dan jubah di surga.. Beliau ingin anak-anaknya jadi penjaga, penghafal dan pengamal Al Quran.. :'))
*Btw, sekarang jam setengah 5 pagi, beliau sedang membuka pintu depan. Itu kebiasaan yang dilakukan saat adzan Subuh berkumandang. :')
c. Amalan sunnah
Ini yang seringkali beliau ingatkan pada kami. Persering melakukan amalan sunnah. Dan harus konsisten.. Amalan unggulannya adalah sedekah, dhuha dan sholat malam..Dan aku belum bisa sekonsisten beliau.. T.T
Yaa Allah, berkahilah setiap waktu yang ia miliki.
Kumpulkanlah kami kembali di dalam surgaMu kelak dengan keadaan sebaik-baiknya.
1. Jadikan diri sebagai teladan untuk anak-anak
*Dari sisi agama,
Pegang selalu tauhidullah. Hanya Allah yang diEsakan.
Perbaiki selalu kualitas ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Niatkan segala perbuatan untuk beribadah kepada Allah.
Selalu sedekah dan bermuamalah secara baik ke orang lain.
*Dari sisi keduniaan,
Kerja keras.
Disiplin.
Bijaksana.
Ikhlas.
Strong. Jgn lemah sama keadaan, apalagi sama orang lain.
Terampil.
Cekatan.
Berwawasan.
2. Jadikan rumah sebagai tempat paling nyaman untuk beribadah
Bapak membuat semacam spot tersendiri di ruang tengah untuk sholat malam, ngaji dan baca-baca buku. Ini cool lho. Di tengah kesibukannya yang padat, di tengah urusannya yang banyak dan ngejelimet. Selalu ada waktu untuk ibadah. Sholat pun tak ketinggalan untuk selalu berjamaah di masjid, kecuali kalau sakit. Energi utamanya adalah Allah. Yaa, ga ada yang lain.
3. Tebarkan selalu rasa cinta dan kasih
Bapak adalah sosok lelaki yang romantis. Rasa cinta dan kasih dituangkan dengan perlakuan tulusnya pada kami. Beliau menginginkan kami untuk selalu menjadi pribadi yang baik. Beliau punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasihnya pada kami. Itupun dilakukan berbeda kepada setiap anaknya. Salah satu cara sederhana yang dilakukannya adalah dengan membeli banyak hewan peliharaan. Tujuannya apa? Yaa, mendidik kami menjadi pribadi yang bisa bertanggung jawab dalam menjaga hewan. Harapan beliau, kami bisa meningkatkan rasa kepekaan dan rasa sayang kami kepada lingkungan sekitar. Termasuk pada hewan peliharaan.. Nice..
4. Menjadikan rumah sebagai pesantren
Ini yang paling hits di keluarga kami. Beliau punya visi untuk menjadikan kami tetap satu di surgaNya kelak. Beliau berharap kami bisa merasakan nikmatnya berkeluarga lagi ketika kami di surga kelak. Ini ga mudah, tapi selalu ada cara dan jalan, insyaaAllah.. :')
Bagaimana beliau menjadikan rumah sebagai pesantren?
a. Sesi diskusi
Di setiap syukuran ulang tahun anggota keluarga, selalu ada tausiyah ataupun diskusi yang berbobot yang tujuannya untuk reorientasi apa tujuan hidup di dunia. Taburan harapan dan kesan pesan merupakan hal yang biasa kami lontarkan saat sesi ini. Tak jarang kami meneteskan air mata dan saling memeluk. Yaap, mengharu biru.
b. Tahsin
Mulai bulan April 2014 lalu, bapak berinisiasi memanggil Ustadz Shofi untuk mengajarkan kami sekeluarga tentang Al Quran. Kami mulai tahsin dan saling membenarkan bacaan. Jika Ustadz Shofi berhalangan untuk hadir, maka bapak berinisiasi untuk tetap membuat forum tahsin.. Intinya, kami tidak boleh lepas dari Al Quran.Bapak ingin mendapatkan mahkota dan jubah di surga.. Beliau ingin anak-anaknya jadi penjaga, penghafal dan pengamal Al Quran.. :'))
*Btw, sekarang jam setengah 5 pagi, beliau sedang membuka pintu depan. Itu kebiasaan yang dilakukan saat adzan Subuh berkumandang. :')
c. Amalan sunnah
Ini yang seringkali beliau ingatkan pada kami. Persering melakukan amalan sunnah. Dan harus konsisten.. Amalan unggulannya adalah sedekah, dhuha dan sholat malam..Dan aku belum bisa sekonsisten beliau.. T.T
Yaa Allah, berkahilah setiap waktu yang ia miliki.
Kumpulkanlah kami kembali di dalam surgaMu kelak dengan keadaan sebaik-baiknya.
Jumat, 02 Mei 2014
HI.Dups
Dups dups dups..
Hi.Dups..
Dups, dups, dups..
Suara detak jantung..
Hi yakni high!
Suara jantung yang high..
Mohon maaf aku lancang menafsirkan, hi-dups..
Detak jantung yang ritmenya cepat.. :'D
Yaa, karena adrenalin terpacu dan terpicu.
Terpacu karena dinamika dan perubahan lingkungan yang memaksa kita untuk bertumbuh.
Memicu kreativitas yang spontan.
***
Yaa, jadii kalo ingin hidup yang lebih hidup, paculah adrenalinmu..
Hi-Dups! wkwkw
#random
Hi.Dups..
Dups, dups, dups..
Suara detak jantung..
Hi yakni high!
Suara jantung yang high..
Mohon maaf aku lancang menafsirkan, hi-dups..
Detak jantung yang ritmenya cepat.. :'D
Yaa, karena adrenalin terpacu dan terpicu.
Terpacu karena dinamika dan perubahan lingkungan yang memaksa kita untuk bertumbuh.
Memicu kreativitas yang spontan.
***
Yaa, jadii kalo ingin hidup yang lebih hidup, paculah adrenalinmu..
Hi-Dups! wkwkw
#random
Deep Inside
Hurting someone can be as easy as throwing a stone in the sea.
But do you have any idea how DEEP that stone can go??!
Mudah sekali memang untuk melukai hati seseorang.
Tapi kita ndak tau sedalam apa rasa sakit itu.
Kita sebagai manusia memang hidup bersosialisasi. Ini suatu hal yang lumrah.
Akan tetapi, ada konsekuensi yang harus kita terima.
Semakin banyak kita bergaul dan berinteraksi, kemungkinan menyakiti atau tersakiti akan semakin besar pula.
Berbanding lurus.
Nah..
Sedikit share ketika aku bercengkrama dengan adikku..
Setelah membaca quote di dua kalimat di atas, kami terdiam.
Serius, beneran diem. Saling tatap, tapi diem-dieman.
Mulai mencerna masing-masing.
Selang beberapa detik kemudian barulah kami berdiskusi..
Iyaya, dalem bangeet yaa kalo nyakitin orang.
Dan ga tau bakal sedalem apa itu sakitnya.
Iya, bahkan belum tentu termaafkan.
Kalo manusia ga ikhlas memaafkan, gimana?
Alhamdulillah kalo kita tahu kesalahan kita, kita bisa minta maaf langsung ke orangnya.
Kalo persoalannya kita nyakitin perasaan orang tapi kita ga tau atau ga sadar gimana?
Alias kita ga sengaja berbuat salah gitu?
Tapi orang yang kita sakitin ga dengan mudah memaafkan kita.
Itu gimana?
Terdiam..
Bingung..
Yaudah dek, kita banyak-banyak istighfar aja..
Semoga ga banyak orang yang sakit hati gara-gara kitaa..
*Kesimpulan tanpa dalil.. :'| #minimilmu
But do you have any idea how DEEP that stone can go??!
Mudah sekali memang untuk melukai hati seseorang.
Tapi kita ndak tau sedalam apa rasa sakit itu.
Kita sebagai manusia memang hidup bersosialisasi. Ini suatu hal yang lumrah.
Akan tetapi, ada konsekuensi yang harus kita terima.
Semakin banyak kita bergaul dan berinteraksi, kemungkinan menyakiti atau tersakiti akan semakin besar pula.
Berbanding lurus.
Nah..
Sedikit share ketika aku bercengkrama dengan adikku..
Setelah membaca quote di dua kalimat di atas, kami terdiam.
Serius, beneran diem. Saling tatap, tapi diem-dieman.
Mulai mencerna masing-masing.
Selang beberapa detik kemudian barulah kami berdiskusi..
Iyaya, dalem bangeet yaa kalo nyakitin orang.
Dan ga tau bakal sedalem apa itu sakitnya.
Iya, bahkan belum tentu termaafkan.
Kalo manusia ga ikhlas memaafkan, gimana?
Alhamdulillah kalo kita tahu kesalahan kita, kita bisa minta maaf langsung ke orangnya.
Kalo persoalannya kita nyakitin perasaan orang tapi kita ga tau atau ga sadar gimana?
Alias kita ga sengaja berbuat salah gitu?
Tapi orang yang kita sakitin ga dengan mudah memaafkan kita.
Itu gimana?
Terdiam..
Bingung..
Yaudah dek, kita banyak-banyak istighfar aja..
Semoga ga banyak orang yang sakit hati gara-gara kitaa..
*Kesimpulan tanpa dalil.. :'| #minimilmu
Kajian WMC 530 Bab NIKAH :"D
Dari sekian banyak pertemuan WMC 530, banyak hal yang diperbincangkan dan Alhamdulillah kaya akan makna. Salah satunya adalah pembahasan mengenai pernikahan. Yaaap.. Siapa yang tidak ingin menikah? Menyempurnakan setengah dien, dengan segala kegembiraan di dalamnya. Masyaa Allah.. :')
Dari sekian pembahasan, berikut aku ringkaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan dan membangun pernikahan...
1. Niat yang lurus dan beranikan diri untuk melamar atau memutuskan pilihan
Segala sesuatu berawal dari niatnya. Niat sebagai pemberat amal pahala atau tak ada nilai tambahnya, karena bernilai kosong? Niat yang lurus karena Allah. Inilah yang harus dikedepankan untuk menikah. Salah satu indikator menikah karena Allah adalah, tak terlalu mempermasalahkan dengan siapa kau akan bersanding. Percayakan semua hanya pada Allah saja. Bagi akhwat, memutuskan pilihan untuk menolah atau menerima harus dalam bimbinganNya, tak asal iya atau enggak.. Istikhoroh dan selalu mendekat padaNya adalah jalan yang bijak untuk menapaki hari-hari proses ta'aruf.
Niat itu letaknya di hati. Tak bisa direkayasa atau dibohongi. Sebaik atau seburuk apapun niat kita, Allah Maha Mengetahui. Semoga kita terhindar dari segala niat buruk. Aamiiin :)
Bagaimana kalo niat kita buruk sejak awal? Istighfar. Luruskan. Istiqomah dengan niat baik.
Bagaimana kalo niat kita yang awalnya baik malah bergeser menjadi buruk karena satu dan lain hal? Istighfar. Evaluasi. Luruskan. Istiqomah dengan niat baik.
Evaluasi niat merupakan salah satu hal yang perlu diulang setiap melakukan perbuatan. Jangan sampe sesuatu yang telah kita lakukan secara maksimal, ternyata tak ada nilainya di mata Allah. Yaa, karena bengkoknya niat kita. Naudzubillah..
2. Pantaskan diri di mata siapapun, utamanya Allah
Memantaskan diri alias mempersiapkan diri secara matang merupakan hal yang penting setelah kita meluruskan niat. Karena pernikahan begitu sakral, dan merupakan penyempurna setengah dien, maka harus ada persiapan dalam diri. Persiapan apa saja? Persiapan fisik, mental, finansial, ilmu, dll. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar pasangan kita kelak nantinya tak menyesal telah memilih kita untuk menjadi pasangannya.. Yaaap, do the best version of you!
Berpikir, berbicara, berprilaku dengan sepantas-pantas yang kita mampu. Utamanya pantas di mata Allah.. Kepantasan di mata manusia akan mengikuti.. :)
3. Menikah dengan yang mau dan sekufu
Allah telah menjodohkan kita dengan seseorang yang memang sedari dulu ia adalah jodoh kita. Jadi, jangan khawatir. Enjoy your life. Karena jodoh pastilah Allah yang memberikan 'rasa mau' untuk menikah dengan kita.
Dan tentunya Allah telah memberikan jodoh yang sekufu. Pun di beberapa pernikahan terlihat ada yang 'jomplang', misal: suami jahat tapi istrinya baik, mungkin ini ujian yang Allah beri sebagai bentuk rasa sayang Allah kepada hambaNya.
4. Melanggengkan Interdependensi
Saling ketergantungan atau interdependensi adalah salah satu hal yang harus dibangun antar kedua pasangan. Tidak terlalu mandiri dan tak terlalu manja. Yap, sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Saling bergantung satu sama lain ini bermakna luas. Kalo seorang akhwat, menggantungkan ridho atau password ke surganya dengan cara mentaati suami dengan tulus ikhlas. Sedangkan sang suami menggantungkan diri dalam mengelola kehidupan pribadinya kepada istrinya. Saling bergantung, dan harus saling memahami bahwa ketergantungan adalah sesuatu yang lumrah dan harus dilanggengkan dalam kehidupan suami istri. Dengan saling bergantung ini, lahirlah kepercayaan dan keterikatan hati yang saling memahami satu sama lain. Sehingga benih-benih cinta selalu terpupuk dengan apik.
5. Menjaga keterikatan hati, keberduaan
Semua berawal dari hati. Jika hati antar suami istri belum terikat, lalu apalagi yang diharapkan? Hati antar pasangan harus terikat dengan cinta hanya padaNya. Kebersihan, kesucian, kelapangan, keikhlasan, ketulusan, kerelaan ini harus sama-sama dibangun dan diperjuangkan. Keberduaan yang melahirkan hati yang semakin terikat. Maka, tak perlu sungkan untuk selalu menemani pasangan dan meluangkan waktu untuk berdua saja, tanpa diganggu yang lain. Yeaah.. Momen keberduaan harus direncanakan dan selalu diagendakan. Quality time with your wife or husband! :3
6. Menantang suami, berarti memberikan lampu hijau
Salah satu hal yang diingat adalah, lelaki itu semakin ditantang, akan semakin melegalkan. Yaa, ibarat lampu lalu lintas, menantang suami berarti memberikan lampu hijau. Misal menantang untuk poligami, ya, dia mungkin akan melakukan..
Dari sekian pembahasan, berikut aku ringkaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan dan membangun pernikahan...
1. Niat yang lurus dan beranikan diri untuk melamar atau memutuskan pilihan
Segala sesuatu berawal dari niatnya. Niat sebagai pemberat amal pahala atau tak ada nilai tambahnya, karena bernilai kosong? Niat yang lurus karena Allah. Inilah yang harus dikedepankan untuk menikah. Salah satu indikator menikah karena Allah adalah, tak terlalu mempermasalahkan dengan siapa kau akan bersanding. Percayakan semua hanya pada Allah saja. Bagi akhwat, memutuskan pilihan untuk menolah atau menerima harus dalam bimbinganNya, tak asal iya atau enggak.. Istikhoroh dan selalu mendekat padaNya adalah jalan yang bijak untuk menapaki hari-hari proses ta'aruf.
Niat itu letaknya di hati. Tak bisa direkayasa atau dibohongi. Sebaik atau seburuk apapun niat kita, Allah Maha Mengetahui. Semoga kita terhindar dari segala niat buruk. Aamiiin :)
Bagaimana kalo niat kita buruk sejak awal? Istighfar. Luruskan. Istiqomah dengan niat baik.
Bagaimana kalo niat kita yang awalnya baik malah bergeser menjadi buruk karena satu dan lain hal? Istighfar. Evaluasi. Luruskan. Istiqomah dengan niat baik.
Evaluasi niat merupakan salah satu hal yang perlu diulang setiap melakukan perbuatan. Jangan sampe sesuatu yang telah kita lakukan secara maksimal, ternyata tak ada nilainya di mata Allah. Yaa, karena bengkoknya niat kita. Naudzubillah..
2. Pantaskan diri di mata siapapun, utamanya Allah
Memantaskan diri alias mempersiapkan diri secara matang merupakan hal yang penting setelah kita meluruskan niat. Karena pernikahan begitu sakral, dan merupakan penyempurna setengah dien, maka harus ada persiapan dalam diri. Persiapan apa saja? Persiapan fisik, mental, finansial, ilmu, dll. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar pasangan kita kelak nantinya tak menyesal telah memilih kita untuk menjadi pasangannya.. Yaaap, do the best version of you!
Berpikir, berbicara, berprilaku dengan sepantas-pantas yang kita mampu. Utamanya pantas di mata Allah.. Kepantasan di mata manusia akan mengikuti.. :)
3. Menikah dengan yang mau dan sekufu
Allah telah menjodohkan kita dengan seseorang yang memang sedari dulu ia adalah jodoh kita. Jadi, jangan khawatir. Enjoy your life. Karena jodoh pastilah Allah yang memberikan 'rasa mau' untuk menikah dengan kita.
Dan tentunya Allah telah memberikan jodoh yang sekufu. Pun di beberapa pernikahan terlihat ada yang 'jomplang', misal: suami jahat tapi istrinya baik, mungkin ini ujian yang Allah beri sebagai bentuk rasa sayang Allah kepada hambaNya.
4. Melanggengkan Interdependensi
Saling ketergantungan atau interdependensi adalah salah satu hal yang harus dibangun antar kedua pasangan. Tidak terlalu mandiri dan tak terlalu manja. Yap, sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Saling bergantung satu sama lain ini bermakna luas. Kalo seorang akhwat, menggantungkan ridho atau password ke surganya dengan cara mentaati suami dengan tulus ikhlas. Sedangkan sang suami menggantungkan diri dalam mengelola kehidupan pribadinya kepada istrinya. Saling bergantung, dan harus saling memahami bahwa ketergantungan adalah sesuatu yang lumrah dan harus dilanggengkan dalam kehidupan suami istri. Dengan saling bergantung ini, lahirlah kepercayaan dan keterikatan hati yang saling memahami satu sama lain. Sehingga benih-benih cinta selalu terpupuk dengan apik.
5. Menjaga keterikatan hati, keberduaan
Semua berawal dari hati. Jika hati antar suami istri belum terikat, lalu apalagi yang diharapkan? Hati antar pasangan harus terikat dengan cinta hanya padaNya. Kebersihan, kesucian, kelapangan, keikhlasan, ketulusan, kerelaan ini harus sama-sama dibangun dan diperjuangkan. Keberduaan yang melahirkan hati yang semakin terikat. Maka, tak perlu sungkan untuk selalu menemani pasangan dan meluangkan waktu untuk berdua saja, tanpa diganggu yang lain. Yeaah.. Momen keberduaan harus direncanakan dan selalu diagendakan. Quality time with your wife or husband! :3
6. Menantang suami, berarti memberikan lampu hijau
Salah satu hal yang diingat adalah, lelaki itu semakin ditantang, akan semakin melegalkan. Yaa, ibarat lampu lalu lintas, menantang suami berarti memberikan lampu hijau. Misal menantang untuk poligami, ya, dia mungkin akan melakukan..
Kamis, 01 Mei 2014
Sahabat Baru
'Berlari' dari satu kajian ke kajian lain.
Membaca dari satu buku ke buku yang lain.
Berusaha untuk mengilmui banyak ilmu yang Allah tebar di alam ini.
Kegundahanku semakin besar tatkala semakin banyak bertemu teman-teman kajian.
Semakin ingin mengilmui banyak ilmu.
Yaa.. Semakin gundah karena tak bisa fokus dengan hal-hal yang sedang kugeluti..
Mencoba untuk berimbang, tapi entahlah, apakah ini disebut dengan keseimbangan yang sesuai dengan syariatNya?!
Hanya Allah yang dapat menjawab..
***
Fokus.
Yaa, fokus pada kebaikan.
Fokus pada sesuatu yang menentramkan.
Fokus pada hal yang menenangkan.
Karena kegundahan dan kegelisahan adalah salah satu indikator adanya dosa.
***
Pelajari ilmu Al Quran dan sunnah.
Ini fokus utamanya.
Seorang sahabat baru menguatkan dan menegaskanku pagi ini.
Yaa, kami baru bertemu hari ini, tapi rasanya sudah klop.
Inikah yang dinamakan satu frekuensi?
35 tahun usianya. Masih kelihatan awet muda dan cantik.
Pandainya ia merawat hati dan diri..
MasyaaAllah :')
Membaca dari satu buku ke buku yang lain.
Berusaha untuk mengilmui banyak ilmu yang Allah tebar di alam ini.
Kegundahanku semakin besar tatkala semakin banyak bertemu teman-teman kajian.
Semakin ingin mengilmui banyak ilmu.
Yaa.. Semakin gundah karena tak bisa fokus dengan hal-hal yang sedang kugeluti..
Mencoba untuk berimbang, tapi entahlah, apakah ini disebut dengan keseimbangan yang sesuai dengan syariatNya?!
Hanya Allah yang dapat menjawab..
***
Fokus.
Yaa, fokus pada kebaikan.
Fokus pada sesuatu yang menentramkan.
Fokus pada hal yang menenangkan.
Karena kegundahan dan kegelisahan adalah salah satu indikator adanya dosa.
***
Pelajari ilmu Al Quran dan sunnah.
Ini fokus utamanya.
Seorang sahabat baru menguatkan dan menegaskanku pagi ini.
Yaa, kami baru bertemu hari ini, tapi rasanya sudah klop.
Inikah yang dinamakan satu frekuensi?
35 tahun usianya. Masih kelihatan awet muda dan cantik.
Pandainya ia merawat hati dan diri..
MasyaaAllah :')
Langganan:
Komentar (Atom)






































