Total Tayangan Halaman

Sabtu, 03 Mei 2014

Konsep Pendidikan dalam Rumah

Beginilah bapak mendidik kami di rumah...

1. Jadikan diri sebagai teladan untuk anak-anak

*Dari sisi agama,
Pegang selalu tauhidullah. Hanya Allah yang diEsakan.
Perbaiki selalu kualitas ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Niatkan segala perbuatan untuk beribadah kepada Allah.
Selalu sedekah dan bermuamalah secara baik ke orang lain.

*Dari sisi keduniaan,
Kerja keras.
Disiplin.
Bijaksana.
Ikhlas.
Strong. Jgn lemah sama keadaan, apalagi sama orang lain.
Terampil.
Cekatan.
Berwawasan.


2. Jadikan rumah sebagai tempat paling nyaman untuk beribadah
Bapak membuat semacam spot tersendiri di ruang tengah untuk sholat malam, ngaji dan baca-baca buku. Ini cool lho. Di tengah kesibukannya yang padat, di tengah urusannya yang banyak dan ngejelimet. Selalu ada waktu untuk ibadah. Sholat pun tak ketinggalan untuk selalu berjamaah di masjid, kecuali kalau sakit. Energi utamanya adalah Allah. Yaa, ga ada yang lain.

3. Tebarkan selalu rasa cinta dan kasih
Bapak adalah sosok lelaki yang romantis. Rasa cinta dan kasih dituangkan dengan perlakuan tulusnya pada kami. Beliau menginginkan kami untuk selalu menjadi pribadi yang baik. Beliau punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasihnya pada kami. Itupun dilakukan berbeda kepada setiap anaknya. Salah satu cara sederhana yang dilakukannya adalah dengan membeli banyak hewan peliharaan. Tujuannya apa? Yaa, mendidik kami menjadi pribadi yang bisa bertanggung jawab dalam menjaga hewan. Harapan beliau, kami bisa meningkatkan rasa kepekaan dan rasa sayang kami kepada lingkungan sekitar. Termasuk pada hewan peliharaan.. Nice..

4. Menjadikan rumah sebagai pesantren
Ini yang paling hits di keluarga kami. Beliau punya visi untuk menjadikan kami tetap satu di surgaNya kelak. Beliau berharap kami bisa merasakan nikmatnya berkeluarga lagi ketika kami di surga kelak. Ini ga mudah, tapi selalu ada cara dan jalan, insyaaAllah.. :')
Bagaimana beliau menjadikan rumah sebagai pesantren?
a. Sesi diskusi
Di setiap syukuran ulang tahun anggota keluarga, selalu ada tausiyah ataupun diskusi yang berbobot yang tujuannya untuk reorientasi apa tujuan hidup di dunia. Taburan harapan dan kesan pesan merupakan hal yang biasa kami lontarkan saat sesi ini. Tak jarang kami meneteskan air mata dan saling memeluk. Yaap, mengharu biru.
b. Tahsin
Mulai bulan April 2014 lalu, bapak berinisiasi memanggil Ustadz Shofi untuk mengajarkan kami sekeluarga tentang Al Quran. Kami mulai tahsin dan saling membenarkan bacaan. Jika Ustadz Shofi berhalangan untuk hadir, maka bapak berinisiasi untuk tetap membuat forum tahsin.. Intinya, kami tidak boleh lepas dari Al Quran.Bapak ingin mendapatkan mahkota dan jubah di surga.. Beliau ingin anak-anaknya jadi penjaga, penghafal dan pengamal Al Quran.. :'))
*Btw, sekarang jam setengah 5 pagi, beliau sedang membuka pintu depan. Itu kebiasaan yang dilakukan saat adzan Subuh berkumandang. :')
c. Amalan sunnah
Ini yang seringkali beliau ingatkan pada kami. Persering melakukan amalan sunnah. Dan harus konsisten.. Amalan unggulannya adalah sedekah, dhuha dan sholat malam..Dan aku belum bisa sekonsisten beliau.. T.T


Yaa Allah, berkahilah setiap waktu yang ia miliki.
Kumpulkanlah kami kembali di dalam surgaMu kelak dengan keadaan sebaik-baiknya.

1 komentar: