Total Tayangan Halaman

Minggu, 22 Juni 2014

Forsil in Action

Izinkan aku berbagi sedikit cerita di sore ini. hihi.. :D

Forsil Al Amanah. Inilah geng sebagian ibu Komplek Timah yang suka 'iseng' cari kesibukan. Mereka sibuk-sibuk sih sebenarnya dalam kesehariannya. Ada yang berprofesi sebagai guru, dosen, pebisnis, karyawan kantor ataupun ibu rumah tangga yang profesional. Ya, mereka tergabung dalam satu visi besar yang satu dan padu. Ingin bisa lebih bermanfaat bagi sekitar. Dari tetes keringat mereka, sedikit banyak tercipta lingkungan yang cukup kondusif di komplek ini.. u.u Alhamdulillah..

Beberapa tahun belakang ada kegemaran ibu-ibu yang menginspirasi, yap.. Membina anak yatim-piatu dan dhuafa sekitar komplek, ifthor bareng binaan, tarhib ramadhan, bazar murah, pengajian bersama dan arisan adalah kegiatan-kegiatan positif yang dibangun oleh ibu-ibu ini. Anggotanya tak terlalu banyak, hanya ada beberapa RT saja. Tapi Alhamdulillah memiliki dampak yang tidak sedikit.. :)

Ketika keluarga menjadi pondasi pertama, maka lingkungan adalah ring pertama yang harus diperhatikan untuk tumbuh kembang kita dan anak kita kelak. Lingkungan positif, memberikan contoh yang positif. Saling mereplikasi dan menduplikasi hal yang positif merupakan suatu kenikmatan dan rezeki yang DIA beri. Tak henti bersyukur, tak henti bersabar dalam kebersamaan..

Ramadhan

We should remember that saying I LOVE YOU is only a beginning. 
We need to SAY IT.
We need to MEAN IT.
And importantly we need consistently to SHOW IT.

***

Ramadhan datang, alam pun riang.
Setiap hati yang rindu akan Ramadhan bersorak sorai sambut bulan suci ini.
Sucinya bulan Ramadhan membuat kita memutuskan untuk menggerus setiap noda dalam diri.
Betapa malunya memasuki bulan Ramadhan tapi masih belum bisa move on dari keburukan atau kemaksiatan.
Malunya di sini, *nunjuk hati*
Malunya ke sana, *nunjuk langit2*
Semuanya harus diperjuangkan dan diusahakan.
Termasuk dalam membersihkan diri.

Kurang lebih tinggal sepekan kita membersamai bulan Sya'ban.
Apakah yang sudah kita persiapkan?

Senin, 16 Juni 2014

Quotes of the day

16 Juni 2014

Mendapat sebuah masukan positif dari seorang kawan..

Menjadi pribadi yang kuat atau pura-pura kuat di depan orang yang sedang sakit merupakan suatu yang harus kau lakukan. Jangan kau bebani si sakit dengan ketidaksanggupanmu dalam mengolah emosimu. Cerah cerialah di depan orang yang sakit.. :')

Hukum ini juga berlaku di depan orang yang sedang dilanda musibah ataupun yang sedang dikepung kesedihan..

Semangat untuk berbagi sesuatu yang baik.. :))

Penggalan Kisah di Surabaya

13 Juni hingga 15 Juni 2014, kuhabiskan waktuku di Surabaya, kota kediaman Eyangku - Kakak dari Ibunya Bapak.

Bapak bertugas jadi Ketua Panitia acara akad adik sepupunya.
Tanpa pikir panjang, diterjunkannyalah 'armada berani tampil' dari Depok. Wkwk..

Intinya, kami jadi tim inti dari acara akad tanteku.
Rapat via email.
Koordinasi via telepon.
Sekitar 2 pekan kami mempersiapkan semuanya.
Berharap dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga Eyang.

Dan Alhamdulillah.. Acara berjalan lancar. Semoga keberkahan selalu melimpahi keluarga baru Tante.. u.u
Aamiin.. :"))

*****

10 tahun yang lalu pertama kalinya kami main ke sana.
Ya, di saat pernikahan kakak dari tanteku.
Kemarin adalah kali kedua kami bersilaturrahim ke Surabaya.
MENYENANGKAN!
*rasanya pengen teriak, haha

*****

Ada hal yang menarik di sana.
Aku menemukan ada sebuah keluarga yang unik.
Ayah ibu dengan tiga orang anak.
Mereka adalah teman omku yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri.
Beberapa tahun yang lalu, keluarga kami dan keluarganya pergi berlibur ke Pulau Umang.
Pulau kecil terindah yang pernah aku kunjungi.. hihi u.u

Yang unik dari keluarga ini adalah... minimnya konflik yang terjadi di antara mereka. 
Khususnya kedua orang tuanya.
Terlihat sangat harmonis.
Dan terlihat masih seperti pengantin baru.
Padahal anak pertamanya telah lulus SMP dan akan segera beranjak ke jenjang SMA.

Setelah diperhatikan, ternyata komunikasi yang membuat mereka sangat erat.
Ya, pesan yang tersampaikan dengan baik antar setiap anggota keluarga membuat minimnya kesalahpahaman atas persepsi. Metode dialog tanpa menghakimi adalah yang digunakan di keluarga ini.
Banyak diskusi yang menyenangkan untuk didengar.
Menurutku ini bukan hal yang mudah.
Ini ada contoh bagaimana komunikasi yang baik menghasilkan emosi yang baik..

---
Anak kelas 2 SD yang merupakan anak ketiga dari keluarga ini senang sekali untuk mencoba hal baru. Banyak hal yang menantang yang ia lakukan, salah satunya adalah manjat tiang ring basket.
Suatu ketika si adek ini manjat tiang ring basket dan membuat panik guru-guru di sekolah. Hingga sang guru mengabari ayahnya.

Saat pulang sekolah pun tiba..
Ayah yang mendapat giliran untuk menjemput si adek ketiga ini..

Ayah: Dek, tiang ring ini tinggi ya.
Adek: diam tanpa suara
Ayah: Ada yang bisa naik ke sana ga ya dek?
Adek: Bukan aku lho Bi. (Abi, panggilan sang ayah di depan anak2nya)
Ayah: Oh.. Katanya ada yang pernah naik ke situ lho dek.
Adek: Iya Bi, tapi gapapa kok Bi.

*naskah di atas dipraktikan dengan khasnya gaya Surabaya*

Aku merasa ketika ayah dan ibu bisa menahan esmosi ketika melihat tingkah polah anak, itu menjadi poin plus tersendiri.. u.u
Yaa, jaga amarah. Itulah orang yang paling kuat..

#Belajar di manapun.. Dengan siapapun.. Pada saat apapun..

Senin, 09 Juni 2014

Love You Thousand Times

LYTT..
Judul sebuah drama korea yang nggak sengaja ditonton di kamar Dam2.. Hihii..
Mengisi waktu luang.. >_<


---

Singkat cerita, drama ini bercerita ttg sebuah keluarga yang penuh dengan intrik.
Alias berkeluarga dengan tidak menghadirkan ketulusan.Ceyem..

Ada ayah, ibu, nenek, dua anak laki-laki dan dua menantu yang cantik (yaiyalah artis korea cantik, haha)

---

Dari sekian cuplikan drama itu, (aku nonton cuma sekitar 45 menitan sih plus iklan2.. Jadi penuh dengan pandangan yang subjektif) aku paling suka hikmah yang dihadirkan di kisah anak keduanya. :')
Dia dan istrinya terpaksa bercerai karena permintaan orang tua. Dengan berat hati memutuskan ikatan suci untuk menenangkan dan menyenangkan orang tua. Dan bagaimana si anak laki ini bersikap santun di saat marah sekalipun ke orang tua.. Ini jleb!

Memang akan selalu ada kisah menarik di setiap ruh yang Allah tiupkan. Manusia selalu punya keunikan. Karena kita adalah makhluk sosial yang dinamis.. hihii.. :)

Minggu, 08 Juni 2014

Kajian Sharee #2

8 Juni 2014,
Merangkai cita menumbuhkan asa..

Bersama temen-temen sharee, berkunjung ke start up center di Jl Juanda. Menyiapkan mental untuk bertemu dengan Pak Muhaimin Iqbal. Seorang penggiat ekonomi syariah yang sangat aku idolakan.. u.u
*akhirnya kesampaian ketemu langsung.. #hamdallah :')

---

Banyak hal yang bisa dibagi setelah bertemu Pak Muhaimin.
Utama dan pertama yang aku garis bawahi adalah 1) bagaimana beliau istiqomah dan berani untuk tetap mengambil jalan ekonomi syariah di antara kemewahan ekonomi kapitalis di sekitarnya.

Memutuskan untuk keluar dari perusahaan asuransi setelah tahu bahwa para ulama mengharamkan praktik riba di perusahaan asuransi. Ini kemantapan hati yang belum tentu dimiliki setiap orang.

Hal lainnya yang perlu ditiru adalah beliau 2) memiliki keyakinan yang teguh akan janji-janji Allah dalam firman-firmanNya. Benar-benar terasa cita rasa iman yang sangat melekat dalam hatinya. Inherent! :') Dan ini menyala terang bak aura seorang bintang. Ini aseli. Semangatnya berkoar tentang ekonomi syariah tak hanya bualan dan angan belaka.

Poin selanjutnya ialah 3) beliau tidak menjalankan semua bisnisnya dengan kekonyolan. Yaa, ada strategi yang diatur untuk memantapkan sepak terjangnya di sektor riil.. Melihat secara global, mendengar dan melihat secara bijak, serta memutuskan secara tepat. Tapi, tetap ada toleransi yang terarah atas orang-orang yang berbeda pemikiran atau berbeda dalam sikap atas sesuatu. *tolerable misstatement nya tinggi.. Zona toleransi terhadap orang lain beliau luas bung!

---

Phy; 9.6.14; 06.50