Bapak bertugas jadi Ketua Panitia acara akad adik sepupunya.
Tanpa pikir panjang, diterjunkannyalah 'armada berani tampil' dari Depok. Wkwk..
Intinya, kami jadi tim inti dari acara akad tanteku.
Rapat via email.
Koordinasi via telepon.
Sekitar 2 pekan kami mempersiapkan semuanya.
Berharap dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga Eyang.
Dan Alhamdulillah.. Acara berjalan lancar. Semoga keberkahan selalu melimpahi keluarga baru Tante.. u.u
Aamiin.. :"))
*****
10 tahun yang lalu pertama kalinya kami main ke sana.
Ya, di saat pernikahan kakak dari tanteku.
Kemarin adalah kali kedua kami bersilaturrahim ke Surabaya.
MENYENANGKAN!
*rasanya pengen teriak, haha
*****
Ada hal yang menarik di sana.
Aku menemukan ada sebuah keluarga yang unik.
Ayah ibu dengan tiga orang anak.
Mereka adalah teman omku yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri.
Beberapa tahun yang lalu, keluarga kami dan keluarganya pergi berlibur ke Pulau Umang.
Pulau kecil terindah yang pernah aku kunjungi.. hihi u.u
Yang unik dari keluarga ini adalah... minimnya konflik yang terjadi di antara mereka.
Khususnya kedua orang tuanya.
Terlihat sangat harmonis.
Dan terlihat masih seperti pengantin baru.
Padahal anak pertamanya telah lulus SMP dan akan segera beranjak ke jenjang SMA.
Setelah diperhatikan, ternyata komunikasi yang membuat mereka sangat erat.
Ya, pesan yang tersampaikan dengan baik antar setiap anggota keluarga membuat minimnya kesalahpahaman atas persepsi. Metode dialog tanpa menghakimi adalah yang digunakan di keluarga ini.
Banyak diskusi yang menyenangkan untuk didengar.
Menurutku ini bukan hal yang mudah.
Ini ada contoh bagaimana komunikasi yang baik menghasilkan emosi yang baik..
---
Anak kelas 2 SD yang merupakan anak ketiga dari keluarga ini senang sekali untuk mencoba hal baru. Banyak hal yang menantang yang ia lakukan, salah satunya adalah manjat tiang ring basket.
Suatu ketika si adek ini manjat tiang ring basket dan membuat panik guru-guru di sekolah. Hingga sang guru mengabari ayahnya.
Saat pulang sekolah pun tiba..
Ayah yang mendapat giliran untuk menjemput si adek ketiga ini..
Ayah: Dek, tiang ring ini tinggi ya.
Adek: diam tanpa suara
Ayah: Ada yang bisa naik ke sana ga ya dek?
Adek: Bukan aku lho Bi. (Abi, panggilan sang ayah di depan anak2nya)
Ayah: Oh.. Katanya ada yang pernah naik ke situ lho dek.
Adek: Iya Bi, tapi gapapa kok Bi.
*naskah di atas dipraktikan dengan khasnya gaya Surabaya*
Aku merasa ketika ayah dan ibu bisa menahan esmosi ketika melihat tingkah polah anak, itu menjadi poin plus tersendiri.. u.u
Yaa, jaga amarah. Itulah orang yang paling kuat..
#Belajar di manapun.. Dengan siapapun.. Pada saat apapun..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar