Total Tayangan Halaman

Selasa, 19 Oktober 2010

Dambaan setiap muslim



Pergi ke tanah Mekkah adalah dambaan setiap muslim. Begitupun denganku.
Sejak kecil aku ingin sekali pergi ke Mekkah untuk lebih mendekat pada inti bumi.
Keinginan ini sangat kuat walaupun sampai saat ini belum punya modal yang cukup untuk ke sana.

Mohon diperkenankan ya Rabb..





Gambar galaksi ini sangat mirip dengan Ka'bah yang dikelilingi oleh beribu-ribu, bahkan berjuta-juta umat Islam yang mengitarinya. Subhanallah..
Memang kita tak pantas untuk sombong di hadapanNya. Alangkah sangat kecilnya manusia di hadapan Allah.

Sepenggal cerita di KIEI (1st)

Tanggal 16 Oktober 2010 yang lalu, untuk pertama kalinya aku mengikuti Kuliah Informal Ekonomi Islam (KIEI) di Fakultas tercinta, FEUI. Sangat bahagia rasanya dapat mempelajari ilmu yang tidak bertentangan dengan hati nurani. Rasanya sangat membahagiakan. Beda ketika aku belajar PE1, PE2, Makro, Mikro, dan ilmu-ilmu konvensional lainnya. Teori-teori yang diajarkan pun teori yang berlandaskan akal dan pikiran manusia. Yang benar saja, masa kita harus mendapatkan untung sebesar-besarnya dengan cara mengorbankan hal sekecil-kecilnya? Anak TK aja tau kalo hasil yang kita raih itu berbanding lurus sama apa yang kita usahakan. Terkadang suka 'eneg' sendiri kalo ngerasa otak mulai teracuni oleh ilmu-ilmu manusia.

Kembali ke KIEI, dari setengah hari (09.15-11.30 dan 12.30-15.00) aku berada di kelas Banking, ada beberapa hal yang baik untuk di share. Pertama-tama, ada beberapa hal yang perlu di definisi ulang (redefinisi).
1. Definisi ilmu itu apa? Ilmu adalah segala bentuk pengetahuan yang membuat kita senantiasa lebih dekat dengan Allah, Sang Maha Pencipta.
2. Definisi Kepuasan apa? Kepuasan adalah sesuatu yang kita rasakan di mana kita dapat membuat orang tersenyum dan  bahagia karena perbuatan baik kita kepadanya. Sedangkan, kepuasan dalam ilmu ekonomi konvensional sangat jarang ditemukan. Mengapa? Karena asumsinya adalah seseorang tidak akan merasa puas walaupun segala kebutuhannya telah terpenuhi. Semakin banyak kebutuhan yang telah terpenuhi, maka orang tersebut merasa semakin kurang puas atas segala yang telah didapat atau dicapai. Hingga pada akhirnya kepuasan tersebut pun tak pernah tercapai. Bahkan boleh jadi, orang tersebut lupa akan hakikat kepuasan yang semestinya dirasakan.
Dan masih terdapat beberapa redefinisi yang disampaikan oleh Bpk Ali Sakti pada sabtu kemarin. Dua definisi di atas cukup menginspirasiku dalam berpikir akhir-akhir ini. ;D

Selain menyampaikan definisi yang menarik di atas, Bpk Ali Sakti banyak menjelaskan mengenai konsep dasar Bank Islam dan perbedaan mendasar antara Bank Islam dengan Bank Konvensional. Bahagianya diriku ini dapat mengenal lebih dalam mengenai Bank Islam. Impian Bapak saat aku SMP adalah bekerja di salah satu Bank ternama di Indonesia. Akankah impiannya terwujud? Hanya Allah yang Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik bagi hambaNya.

Yap. Perbedaan yang sangat mencolok antara Bank Islamm atau Syariah dengan Bank Konvensional adalah Bank Islam tidak mempraktekkan riba, sedangkan Bank Konvensional menomorsatukan riba atau bunga dalam transaksinya. Sebagaimana dalam firman Allah,

"... Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba..." (QS. Al Baqarah : 275)

sangat jelas disebutkan bahwa pengenaan riba adalah haram hukumnya. Dan akan binasalah kaum yang tidak mematuhi atau menjalankan hukum Allah.
Cara transaksi yang dibenarkan dalam Islam adalah pertukaran ekonomi yang bersifat produktif tanpa ada unsur riba (bunga), gharar (manipulasi), maisir (judi), ihtikar (penimbunan), dan tatfif (curang).

Ini baru sepenggal kisah pada 2 halaman pertama dari total 28 halaman lainnya dalam handout yang dibagikan oleh panitia.

***

Berada kurang lebih 5 jam berada di kelas membuat niat dan tekadku semakin bulat untuk mengambil S2 di IIUM (International Islamic University Malaysia). Allahuma amin. Kabulkanlah doaku ya Rabb.. :)

Jagung oh jagung..

Dear my blog..
Sore ini hujan turun dengan sangat lebat.
Senangnya hati ini karena tak perlu menyiram tanaman kesayangan bapak. Hehe..
Satu kewajiban terlaksana dengan sukses tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun. Alhamdulillah.. XD

Akan tetapi masih ada satu kewajiban yang harus dilakukan.
Yap. Ngasih makan burung dara.
Kalo ga salah burung dara yang tadinya ada 6 ekor, sekarang udah beranak pinak jadi 11 ekor.
Ga termasuk 2 ekor yang beberapa hari lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Y__Y
Seingetku, udah 3 hari ini para penjaga rumah -burung dara- ga dikasih makan sama yang empunya rumah.
Hmm.. Kalo ketauan burung dara pada kurus kering gara-gara ga dikasih makan, bisa-bisa bapak ga ngasih ampun nih. Okelaaah.. kutengok tempat jagung di pojok teras (berniat ngasih makan burung dara). APAAAA!!?? KOSONG!! OH NO!! *cukuplebay

Apa boleh buat..
Dengan agak berat hati, kaki ini mulai melangkah menuju tempat penjual jagung.
Deres boo ujannya!
"Fa, bawa payung!" dam-dam setengah berteriak dari arah dapur kepadaku.
(dam-dam adalah panggilan sayang untuk sang ibu tercinta)
"Okay dam!" Kujawab dengan mantap dan penuh semangat.


Kurang lebih 1-2.5 km aku berjalan. Bueceeek parah!!
Daster yang melekat dibadanku pun ikut basah kena tampias air hujan.
Brrrr... Dingin euy ternyata.
Yaiyalaah.. Sore ini ujannya lagi asik berkolaborasi sama angin kenceng. Pastin(j)a membuat badan berasa duiiingiiin sangat! haha.. nikmati sajalah. jarang jarang menikmati suasana dingin yang mencekam seperti ini.

"Bang, beli jagung ya. sekilonya berapa?"
"6000 aja neng."
"Mmm.. 3 kilo ya bang"
"Oke"
Dengan sigap abang jagung memasukkan jagung ke plastik hitam.
"Nih neng, ada yang lain?"
"Itu 3 kilo bang? tambah 1 kilo lagi dah." dengan rasa percaya diri aku meminta abangnya memasukkan 1 kilo jagung lagi. masih entenglah segitu, pikirku.

Setelah proses bayar membayar, akhirnya aku kembali pulang ke rumah dengan rasa amat senang karena 1 kewajibanku akan terlaksana sesaat lagi.
Tapi.. makin lama kok jagungnya makin berat.
Dari tangan kanan, kupindahkan jagung ke tangan kiri. Terus beberapa detik kemudian kupindahkan kembali ke tangan kanan. Begitu seterusnya. BERAAAAAT euy! Pekik ku dalam hati.
Tahan! tahan! Bentar lagi nyampe rumah.. Aku mencoba menenangkan setengah jiwaku yang ga terima kalo ternyata 4 kilo jagung itu cukup berat.
Aaah! Ini pasti karena aku jarang olah raga! Baru 4 kilo aja udah kewalahan begini.

***
Males nerusin ceritanya. Haha..

***

Cerita ini memang tidak penting.
Tapi cukup memberikan pelajaran berharga padaku di sore kelabu ini.
Hanya 4 kilo jagung saja telah membuatku kewalahan.
Padahal jika bercermin pada saat masih SMA, aku biasa membawa tak kurang dari 5-10 kg beras dari warung yang jaraknya tidak lebih dekat dari toko jagung tersebut.
Ini menandakan bahwa selama kuliah ini aku sangat kurang dalam melatih otot-otot lenganku.
Manja sekali sepertinya saat kuliah ini. Pantas saja tumpukan lemak dimana-mana.
Dengan fakta yang cukup mengacaukan pikiran, aku berniat untuk aktif menggerakkan otot-otot yang mulai mengkakukaku.
walaupun basket sudah bukan sarana untuk menyalurkan bakat dan hobiku, mulai sekarang aku harus aktif (lagi) ikut senam dan thifan. Bismillah :)

***

Terima kasih banyak untuk Bapak, burung-burung dara, dan jagung-jagung yang telah membuat lenganku pegal-pegal saat ini.

Open Your Eyes (Maher Zain)

Ini dia lirik lagu yang mengiringi saya saat sedang belajar untuk menghadapi UTS semester 5.
Hmm.. Lagunya Maher Zain punya makna yang sangat dalam dan mengingatkan akan kebesaran Allah.


"Look around yourselves
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let’s start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you’re feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

Lets start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside..?
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

When a baby’s born
So helpless and weak
And you’re watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look quiet we’ll see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You.."