Total Tayangan Halaman

Selasa, 19 Oktober 2010

Jagung oh jagung..

Dear my blog..
Sore ini hujan turun dengan sangat lebat.
Senangnya hati ini karena tak perlu menyiram tanaman kesayangan bapak. Hehe..
Satu kewajiban terlaksana dengan sukses tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun. Alhamdulillah.. XD

Akan tetapi masih ada satu kewajiban yang harus dilakukan.
Yap. Ngasih makan burung dara.
Kalo ga salah burung dara yang tadinya ada 6 ekor, sekarang udah beranak pinak jadi 11 ekor.
Ga termasuk 2 ekor yang beberapa hari lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Y__Y
Seingetku, udah 3 hari ini para penjaga rumah -burung dara- ga dikasih makan sama yang empunya rumah.
Hmm.. Kalo ketauan burung dara pada kurus kering gara-gara ga dikasih makan, bisa-bisa bapak ga ngasih ampun nih. Okelaaah.. kutengok tempat jagung di pojok teras (berniat ngasih makan burung dara). APAAAA!!?? KOSONG!! OH NO!! *cukuplebay

Apa boleh buat..
Dengan agak berat hati, kaki ini mulai melangkah menuju tempat penjual jagung.
Deres boo ujannya!
"Fa, bawa payung!" dam-dam setengah berteriak dari arah dapur kepadaku.
(dam-dam adalah panggilan sayang untuk sang ibu tercinta)
"Okay dam!" Kujawab dengan mantap dan penuh semangat.


Kurang lebih 1-2.5 km aku berjalan. Bueceeek parah!!
Daster yang melekat dibadanku pun ikut basah kena tampias air hujan.
Brrrr... Dingin euy ternyata.
Yaiyalaah.. Sore ini ujannya lagi asik berkolaborasi sama angin kenceng. Pastin(j)a membuat badan berasa duiiingiiin sangat! haha.. nikmati sajalah. jarang jarang menikmati suasana dingin yang mencekam seperti ini.

"Bang, beli jagung ya. sekilonya berapa?"
"6000 aja neng."
"Mmm.. 3 kilo ya bang"
"Oke"
Dengan sigap abang jagung memasukkan jagung ke plastik hitam.
"Nih neng, ada yang lain?"
"Itu 3 kilo bang? tambah 1 kilo lagi dah." dengan rasa percaya diri aku meminta abangnya memasukkan 1 kilo jagung lagi. masih entenglah segitu, pikirku.

Setelah proses bayar membayar, akhirnya aku kembali pulang ke rumah dengan rasa amat senang karena 1 kewajibanku akan terlaksana sesaat lagi.
Tapi.. makin lama kok jagungnya makin berat.
Dari tangan kanan, kupindahkan jagung ke tangan kiri. Terus beberapa detik kemudian kupindahkan kembali ke tangan kanan. Begitu seterusnya. BERAAAAAT euy! Pekik ku dalam hati.
Tahan! tahan! Bentar lagi nyampe rumah.. Aku mencoba menenangkan setengah jiwaku yang ga terima kalo ternyata 4 kilo jagung itu cukup berat.
Aaah! Ini pasti karena aku jarang olah raga! Baru 4 kilo aja udah kewalahan begini.

***
Males nerusin ceritanya. Haha..

***

Cerita ini memang tidak penting.
Tapi cukup memberikan pelajaran berharga padaku di sore kelabu ini.
Hanya 4 kilo jagung saja telah membuatku kewalahan.
Padahal jika bercermin pada saat masih SMA, aku biasa membawa tak kurang dari 5-10 kg beras dari warung yang jaraknya tidak lebih dekat dari toko jagung tersebut.
Ini menandakan bahwa selama kuliah ini aku sangat kurang dalam melatih otot-otot lenganku.
Manja sekali sepertinya saat kuliah ini. Pantas saja tumpukan lemak dimana-mana.
Dengan fakta yang cukup mengacaukan pikiran, aku berniat untuk aktif menggerakkan otot-otot yang mulai mengkakukaku.
walaupun basket sudah bukan sarana untuk menyalurkan bakat dan hobiku, mulai sekarang aku harus aktif (lagi) ikut senam dan thifan. Bismillah :)

***

Terima kasih banyak untuk Bapak, burung-burung dara, dan jagung-jagung yang telah membuat lenganku pegal-pegal saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar