Tanggal 16 Oktober 2010 yang lalu, untuk pertama kalinya aku mengikuti Kuliah Informal Ekonomi Islam (KIEI) di Fakultas tercinta, FEUI. Sangat bahagia rasanya dapat mempelajari ilmu yang tidak bertentangan dengan hati nurani. Rasanya sangat membahagiakan. Beda ketika aku belajar PE1, PE2, Makro, Mikro, dan ilmu-ilmu konvensional lainnya. Teori-teori yang diajarkan pun teori yang berlandaskan akal dan pikiran manusia. Yang benar saja, masa kita harus mendapatkan untung sebesar-besarnya dengan cara mengorbankan hal sekecil-kecilnya? Anak TK aja tau kalo hasil yang kita raih itu berbanding lurus sama apa yang kita usahakan. Terkadang suka 'eneg' sendiri kalo ngerasa otak mulai teracuni oleh ilmu-ilmu manusia.
Kembali ke KIEI, dari setengah hari (09.15-11.30 dan 12.30-15.00) aku berada di kelas Banking, ada beberapa hal yang baik untuk di share. Pertama-tama, ada beberapa hal yang perlu di definisi ulang (redefinisi).
1. Definisi ilmu itu apa? Ilmu adalah segala bentuk pengetahuan yang membuat kita senantiasa lebih dekat dengan Allah, Sang Maha Pencipta.
2. Definisi Kepuasan apa? Kepuasan adalah sesuatu yang kita rasakan di mana kita dapat membuat orang tersenyum dan bahagia karena perbuatan baik kita kepadanya. Sedangkan, kepuasan dalam ilmu ekonomi konvensional sangat jarang ditemukan. Mengapa? Karena asumsinya adalah seseorang tidak akan merasa puas walaupun segala kebutuhannya telah terpenuhi. Semakin banyak kebutuhan yang telah terpenuhi, maka orang tersebut merasa semakin kurang puas atas segala yang telah didapat atau dicapai. Hingga pada akhirnya kepuasan tersebut pun tak pernah tercapai. Bahkan boleh jadi, orang tersebut lupa akan hakikat kepuasan yang semestinya dirasakan.
Dan masih terdapat beberapa redefinisi yang disampaikan oleh Bpk Ali Sakti pada sabtu kemarin. Dua definisi di atas cukup menginspirasiku dalam berpikir akhir-akhir ini. ;D
Selain menyampaikan definisi yang menarik di atas, Bpk Ali Sakti banyak menjelaskan mengenai konsep dasar Bank Islam dan perbedaan mendasar antara Bank Islam dengan Bank Konvensional. Bahagianya diriku ini dapat mengenal lebih dalam mengenai Bank Islam. Impian Bapak saat aku SMP adalah bekerja di salah satu Bank ternama di Indonesia. Akankah impiannya terwujud? Hanya Allah yang Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik bagi hambaNya.
Yap. Perbedaan yang sangat mencolok antara Bank Islamm atau Syariah dengan Bank Konvensional adalah Bank Islam tidak mempraktekkan riba, sedangkan Bank Konvensional menomorsatukan riba atau bunga dalam transaksinya. Sebagaimana dalam firman Allah,
"... Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba..." (QS. Al Baqarah : 275)
sangat jelas disebutkan bahwa pengenaan riba adalah haram hukumnya. Dan akan binasalah kaum yang tidak mematuhi atau menjalankan hukum Allah.
Cara transaksi yang dibenarkan dalam Islam adalah pertukaran ekonomi yang bersifat produktif tanpa ada unsur riba (bunga), gharar (manipulasi), maisir (judi), ihtikar (penimbunan), dan tatfif (curang).
Ini baru sepenggal kisah pada 2 halaman pertama dari total 28 halaman lainnya dalam handout yang dibagikan oleh panitia.
***
Berada kurang lebih 5 jam berada di kelas membuat niat dan tekadku semakin bulat untuk mengambil S2 di IIUM (International Islamic University Malaysia). Allahuma amin. Kabulkanlah doaku ya Rabb.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar