Total Tayangan Halaman

Selasa, 10 Mei 2011

celoteh pagi2 buta

Membangun Kesehatan Mental Perempuan dengan Al-Qur’an
Menurut Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan & Undang-undang No.29 Tahun 2004, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Terdapat tiga keadaan di mana manusia dikatakan sehat, yakni sejahtera badan atau sehat secara fisik, sejahtera jiwa atau sehat secara mental, serta sejahtera secara sosial yakni sehat ketika menjalin hubungan dengan orang lain. Berbagai cara dilakukan manusia untuk mendapatkan predikat manusia sehat.
Jika menilik Al-Qur’an surat Al-Isra’:82 Allah SWT berfirman:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah penawar bagi orang yang beriman. Penawar dari segala macam penyakit termasuk penyakit hati. Penyakit hati yang sering menjangkiti para perempuan tak terkecuali perempuan muslim adalah penyakit ghibah. Penyakit ini sangat akut di kalangan perempuan yang senang sekali memperbincangkan keburukan orang lain. Padahal Allah telah melarang keras kepada setiap hamba-Nya untuk berbuat ghibah, dalam surat Al-Hujurat:12 Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
Ketika seorang perempuan menggunjing perempuan lainnya, maka hati yang awalnya bersih dari noda, kini menyisakan titik hitam yang jika lama kelamaan dibiarkan akan membuat hati menjadi hitam dan keras. Jika hati seseorang telah mengeras, maka Indahnya islam pun akan sulit masuk ke dalam relung hatinya. Hatinya akan mati dan mentalnya tidak akan sehat. Maka dari itu, mari selalu berpedoman kepada Al-Qur’an agar dapat menjaga kesehatan mental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar