Hay adik pertama...
begitu sesak aku melihatmu belakangan ini
sungguh layu auramu
semangatmu memudar
tak seperti diri yang kukenal
apa gerangan yang membuatmu begitu pilu
ceritakanlah kepadaku
tumpahkanlah tangismu wahai adikku
aku tak tahu seremuk apa hatimu saat ini
bertahanlah di tengah padang yang keras
bersiap siagalah untuk masa depan
serutlah pensil kayumu
gambarlah masa depanmu
buku sketsa itu masih putih bersih
jangan biarkan masa mudamu terenggut dengan kepalsuan dunia
sungguh... dunia ini hanya sementara
ini tempat yang fana
berlarilah meraih jalan yang benar
semangaat adiiku!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar