Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 Januari 2012

Muacet

Ironi ketika jalan bersama mas parno melewati kawasan kebayoran lama pagi ini. Masuk ke pasar kebayoran lama dan melewatinya. Banyak angkot yang mangkal sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan. Padahal udah ada kantor polisi di depannya. Tujuannya sih supaya lebih bisa mengamankan dan menjaga ketertiban. Tapi emang dasar ga mudah menegakkan kedisiplinan di bumi ibu pertiwi ini. Segala bajaj pake mangkal di pinggir jalan. Padahal mah ada rambu-rambu huruf S dicoret. Yang artinya dilarang untuk berhenti sepanjang jalan itu. Inilah yang membuat kemacetan sulit untuk dihindari, khususnya di Jakarta. -.-“

Kesadaran untuk tertib berlalu lintas itu harus dibangun sejak dini. Di saat kemacetan membuat produktivitas para pekerja kantor berkurang, maka produk yang dihasilkan akan berkurang juga. Pendapatan untuk perusahaan akan berkurang. Dengan begitu gaji yang di persentasekan dari pendapatan perusahaan pun akan lebih sedikit. Kemacetan menimbulkan multiplier effect. Hal ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Harus ada solusi yang efektif dalam meminimalisir kemacetan ini.

Salah satu solusi yang cukup efektif adalah membenahi infrastruktur di Indoensia. Besarnya jalan harus disesuaikan dengan banyaknya kendaraan yang kemungkinan akan melewati jalan tersebut. Selain itu, dengan mengurangi banyaknya kendaraan merupakan salah satu cara yang efektif. Caranya adalah dengan cara meningkatkan pajak kendaraan bermotor. Sehingga jual-beli mobil atau motor tidak dapat dilakukan dengan cara yang mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar