Total Tayangan Halaman

Senin, 26 Maret 2012

Fenomenaa

Aku menyebut ini adalah fenomena 'alam' yang pandai mencabik-cabik rasa kemanusiaan dan rasa kepedulian mahasiswa/i muda Indonesia saat ini. Aku mengambil latar di kampus perjuangan yang katanya nomer wahid di negeri tercinta ini.

Sedikit merasa asing ketika menjajaki kaki di kampus perjuangan. Ndak hanya bangunannya yang ada penambahan dan perombakan menjadi lebih modern katanya. Banyak juga budaya-budaya positif yang mulai terenggut eksistensinya...

Apa ajaa...?
Yups, sedikit sharing, ada beberapa budaya yang aku rasa mulai 'pudar'. Padahal budaya-budaya tersebut adalah budaya positif yang membangun dan bisa nularin energi positif.

1. Ungkapan 'Terima kasih' dari mahasiswa/i di bikun ternyata udah agak jarang didenger belakangan. Padahal dulu pas masuk kampus, ga jarang yang sambil teriak dari pintu belakang untuk mengapresiasi Bapak Bikun. "Terima kasih ya Pak" Cukup dengan kata-kata itu kurang lebih kita udah membiasakan budaya positif. Tapi sekarang, dari 5 orang yang turun bikun, mungkin hanya 3 orang yang mengapresiasi Bapak Bikun. Sayang sekali..

2. Ga heran banyak mahasiswa yang duduk di Bikun, padahal banyak juga mahasiswi yang naik bikun. Yaps, saat ini ke-'gentle'-an mahasiswa perlu dipertanyakan. Entaah, apa mungkin beliau lagi sakit kakinya sehingga lebih memilih untuk duduk dibandingkan berbagi kursi dengan orang yang lebih lemah. Atau mungkin matanya terlalu rabun untuk ngeliat ada perempuan yang lebih butuh duduk dibandingkan dia? Ga paham juga euy!

3. Semakin kemari tuh semakin banyak orang yang menyia-nyiakan nyawa yang udah diamanahkan Allah. Bagaimana bisa mengungkapkan hal tersebut? Yap, ndak sedikit pengguna motor yang ndak pake helm, alesannya: ga ada polisi kok! Padahal pake helm itu untuk keselamatan pribadi yaa. Trus ga jarang juga pengendara sepeda motor itu ugal-ugalan. Salip sana salip sini. Ngepot sana ngepot sini, tanpa mempedulikan titipan nyawa yang entah kapan akan diambil lagi sama yang empunya...


Poin-poin di atas ga aku analisis berdasarkan data-data yang memadai. Tapi seenggaknya itulah sedikit fenomena yang bisa dijumpai saat ini di kampus perjuangan tercinta.Semoga jiwa kemanusiaan dan kepeduliaan ga semakin pudar karena tergerus zaman..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar