Total Tayangan Halaman

Kamis, 01 Agustus 2013

Ketika ku memandang dengan mataku

Ketika ku memandang dengan mataku, semua terasa benar apa yang kan kuutarakan. Begitulaaah, kalo hanya 'menuhankan' pandangan kita yang belum teruji kebenannya.

...
Sering ngerasa salah tafsir atau multitafsir?
Sering ngerasa disudutkan/menyudutkan lawan bicara?
Sering ga ngerti apa mau si dia?
Sering ga ngerti apa yang temen2 omongin?
Sering ga ngerti apa maksud dari lontaran kata si dia?

Yaiyalah yaa, hehe..
Bagaimana mungkin kita berinteraksi dengan orang lain, tapi yang kita gunakeun itu cuma sudut pandang kita!?

Sedari dini kita harus melek nih. Yap, kita harus sadar bahwa setiap yang ada di diri kita belum tentu sama dengan apa yang ada di orang lain. Dengan kata lain sedikit banyak apa yang kita punya perbedaan dengan orang lain. Look at our hands.. Sidik jari kita pastinya berbeda. Coba ngaca di cermin, mata kita beda. Bentuk hidung, mulut bahkan alis pun beda. Wajar juga kalo setiap isi kepala kita beda. Pemikiran kita beda. Sudut pandang/perspektif yang kita gunakeun pun berbeda. #simpleminded

Jadi, perbedaan itu suatu kewajaran bukan!? ^^

Sadar ga sadar, suka ga suka, mau ga mau, di sekitar kita pasti banyak perbedaan. Dan memang fitrahnya begitu. Mungkin, upaya untuk hilangkan perbedaan atas apapun akan sia-sia. Karena memang dunia ini penuh dengan keberagaman. Ragam cerita, ragam budaya, ragam warna, ragam rasa, ragam pemikiran, ragam pendapat, ragam prinsip hidup, ragam gaya hidup dll. Pokoke semua beragam, free style!

Dan sangat penting bagi kita untuk selalu menajamkan sikap toleransi dan pengertian terhadap sesama, atas apapun. Selain itu, kreativitas dalam temukan persamaan juga harus dipertajam. Fokus pada persamaan. Misal, sama-sama orang Islam, ngapain ribut untuk hal-hal yang ga prinsip!? Sama-sama pekerja perusahaan, ngapain saling sikut?

Naah terkait perbedaan pendapat, kalo kata Dr. Ali al Hamadi begini, "Dalam perbedaan pendapat terdapat KEBAIKAN YANG BERLIMPAH, yakni; memancing diskusi, penelusuran atas pemikiran-pemikiran, klarifikasi terhadap yang positif dan negatif dari setiap pendapat, dan TAK TENGGELAM DALAM PENDAPAT TUNGGAL."

...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar