Total Tayangan Halaman

Senin, 28 Maret 2011

Far and Away

Kemarin malam, tepatnya tanggal 26 Maret aku menonton film Far and Away, film lama yang dibintangi oleh Tom Cruise dan Nicole Kidman. Film ini mengisahkan tentang kehidupan dua orang yang berbeda yang memiliki mimpi yang sama, yakni memiliki tanah sendiri dan membangun peradaban baru karena tidak nyaman akan kehidupannya yang sekarang. Mungkin kalo di islam adalah keinginan untuk berhijrah menjadi seseorang yang lebih baik dan hidup di lingkungan yang baik pula.
Tom Cruise sebagai Joseph adalah seorang anak petani yang tekun dalam bekerja, memiliki ambisi yang sangat kuat dan sangat saying dengan orang tua, khususnya bapak. Sedagkan Nicole Kidman adalah seorang anak dari tuan tanah yang suka merampas tanah orang lain di Iralndia. Keduanya tidak nyaman akan hidup dan lingkungan yang dijalaninya saat ini. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Amerika dengan tujuan utama adalah Oklahoma yang menjanjikan tanah gratis untuk para pendatang baru.
Perjalanan tak semulus dugaan di awal. Ternyata hidup di Negara orang sangatlah tidak mudah jika tidak memilki kenalan. Itulah yang mereka rasakan ketika turun kapal di Boston. Pekerjaan apapun mereka geluti, dari menjadi pencabut bulu ayam hingga menjadi seorang petarung bayaran…
Singkat cerita, mereka dapat kembali bersatu setelah 8 bulan terpisah. Mereka bersatu kembali dan menjalani hidup bersama saat sampai di Oklahoma. Dari film tersebut, aku mendapat masukan bagus mengenai sifat atau karakteristik atau cirri-ciri orang yang sukses:
1. Optimis selalu
2. Berpikir tidak seperti orang normal
3. Memiliki pendirian yang kuat, tidak goyah dengan ucapan orang lain
4. Bersemangat dalam menjalani hidup, berpikir positif selalu
5. Pekerja keras, pantang menyerah


Sabtu, 26 Maret 2011

ITC 26 Maret 2011

Hari ini kurang lebih 402 orang mahasiswa diundang dalam acara Islamic Training Camp (ITC) yang diadakan oleh PSDM SALAM UI. Lembaga Dakwah Kampus berskala Nasional yang akan melebarkan sayap menjadi kelas Internasional. Tidak menyangka aku menjadi salah satu peserta yang diundang dalam acara tersebut. Sekian banyak mahasiswi 2008 di FE, ternyata aku salah satu yang mendapat kado terindah ini. Alhamdulillah… Ternyata Allah menginginkan aku menjadi wanita yang baik. 
Jadi, ITC ini akan berlangsung selama 4 pekan, dan akan diadakan setiap hari Sabtu. Per pekannya akan diberikan tugas yang akan membangun dan meningkatkan kapasitas dari setiap peserta.
Naaah… Hari ini adalah hari pertama acara ITC diselenggarakan. Acara hari ini berupa Stadium General yang diadakan di audit FISIP gedung M lantai 4. Rangkaian acara hari ini adalah games perkenalan, training : Proud to be a Moslem dan Sharing : Tarbiyah Sehat, Rukhiyah Kuat.
Berikut akan aku share mengenai materi yang disampaikan hari ini. Semoga dapat menjadi inspirasi dan menjadi pengingat bagi aku pribadi.
1. Training : Proud To be a Moslem
Training ini diisi oleh Bang Ima Lesmana dari ABCo. Ada beberapa hal yang aku dapatkan dari materi yang beliau sugguhkan dengan luar biasa. Berikut adalah poin-poinnya:
- Jika masalah menghampiri, selalulah berkata “Hai masalah, Allah ku Maha Besar!” Tidak pantas berkata “Ya Allah, masalahku sangat besar.” Jadi, tidak akan ada kata-kata keluh kesah dan kita akan senantiasa berpikir positif.
- Beranilah untuk mencoba dan selalu belajar atas kegagalan atau keberhasilan yang diraih (Trial and Learn, bukan Trial and Error).
- Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Bagi kita manusia yang lemah sangat tidak pantas untuk berperilaku sombong. Tidak pantas untuk merasa lebih dari orang lain. Karena yang pantas untuk berbuat sombong hanya Allah semata.
- Salah satu quote yang kukutip dari training Bang Ima adalah “Tidak ada gunung yang lebih tinggi dibanding lututmu jika engkau telah mencapai puncaknya.” Intinya, teruslah bersemangat dan berusaha dengan keras dan tekun untuk mencapai puncak.
- Jika kejenuhan menyapa dan menghampiri, maka pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Contohnya adalah ingat senyuman orang tua kita saat mereka tahu bahwa kita masuk perguruan tinggi yang kita inginkan. Begitu puitis rasanya bisa membahagiakan orang-orang yang kita saying.
- “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga!” Mungkin ga ya? Ternyata mungkin. Asaaaal… foya-foya yang dilakukan saat muda adalah foya-foya dalam bidang ilmu. “Sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.”
- Meredefinisi kata-kata sukses. Sukses adalah bukan sekedar menjadi seorang manajer di perusahaan berkelas internasional atau bisa mandaki gunung Everest dan mengibarkan bendera merah putih. Sukses adalah bagaimana kebermanfaatan dapat dirasakan oleh orang lain atas usaha yang kita lakukan.
- Sebenarnya terdapat 2 penghambat kesuksesan seseorang untuk terus maju dalam mengarungi hidup yang fana ini. Yang pertama adalah pengaruh pikiran sendiri yang selalu menggap diri ini tidak bisa melakukan sesuatu. Yang kedua adalah pengaruh lingkungan sekitar yang menyebabkan kita enggan untuk berbuat. Untuk menghilangkan 2 pengaruh buruk ini, maka kita harus senantiasa berpikir positif. Dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.
- Setiap manusia sebaiknya memiliki 3 bekal utama sebelum melangkah. Tiga hal tersebut antara lain: menentukan konsep diri, mengetahui makna prestasi, dan mengetahui makna kegagalan.
- Meredefinisi arti kemenangan. Seorang pemenang adalah bukan yang selalu berlari dengan cepat, melainkan yang bisa bersabar dalam melakukan sesuatu. Ilmu siput, lalat, lebah, dan serangga lain yang berkompetisi dalam lomba lari.
- Sudah sepatutnya setiap muslim berbangga atas keislamannya. Jati diri seorang muslim tidak perlu ditutup-tutupi.

2. Sharing : Tarbiyah Sehat, Rukhiyah Kuat
Sharing ini diisi oleh Ustadz Derby. Beliau menjelaskan dengan lugas, tegas, dan jelas mengenai pentingnya bertarbiyah. Semata-mata hanya mengharap ridho dan rahmatNya. Berikut adalah hal-hal yang aku dapat dari sharing tersebut:
- Dalam hidup ini terdapat 4 tipe manusia, yakni: manusia seadanya, manusia mengada-ngada, manusia ada-ada saja dan manusia lebih dari adanya. Dari keempat tipe tersebut, tipe yang paling baik adalah yang tipe terakhir.
- Mengapa para sahabat Rasul merupakan orang-orang yang sukses? Karena mereka tarbiyah dengan baik dan intens, yakni setiap setelah sholat berjamaah pasti akan mengadakan halaqah dengan rasul. Maka jangan heran jika ketebalan iman mereka jauh di atas kita.
- Esensi dari tarbiyah :
a. Orang islam adalah umat terbaik. Ini merupakan janji Allah dalam surat Ali Imran ayat 110.
b. Tarbiyah akan senatiasa mendekatkan cinta kita kepada Allah dan Rasul Nya.
c. Tarbiyah menjadikan kita menjadi manusia yang pandai bersyukur dan tidak mudah berkeluh kesah kepada makhluk. Cukup kepada Allah sajalah kita berkeluh kesah.
d. Tarbiyah membuat kita menjadi selalu berpikir positif atas setiap kejadian yang Allah timpakan. Mengapa? Karena kita yakin bahwa Allah bersama kita.
e. Tarbiyah akan menjadikan setiap usaha yang kita lakukan dilakukan dengan keras dan tiada henti. Selalu bersungguh-sungguh (jihad) dalam melakukan kegiatan yang positif. (Al Ankabut:69)
- Pesan terakhir dari pak ustadz adalah “Maknai tarbiyah dengan hati, bukan dengan logika.”

Jika ini adalah jalan yang terbaik yang Allah tunjukkan, maka tidak ada keraguan dalam jiwa yang lemah ini. Maha Panyayangnya Ia menunjukkan kebaikan di saat kegalauan menghinggapi.

Jumat, 25 Maret 2011

Umroh Part 1

9 hari di Bumi Allah
Kurang lebih 6 bulan ibu dan bapak merencanakan untuk pergi umrah sekeluarga. Kupikir ini hanyalah wacana untuk menyenangkan hati kami belaka. Eeeh.. ternyata mimpi itu menjadi nyata. Alhamdulillah…
Rencana mulia itu terealisasi pada tahun 2011 dari tanggal 11 Maret hingga 18 Maret. Kami dipanggil oleh Allah untuk bermunajat padaNya di Mekkah dan di Madinah, rumah terbaikNya di dunia yang fana ini. Kami menjelajah Mekkah dan Madinah ber 23 orang. 21 orang dari keluarga kami yang terdiri dari bapak, ibu, mas Hanif, aku, Hashif, Dek Hasna, Hani, Mas Aim dan Hanapi serta keluarga Om Dondy dan Bule Lily dan juga keluarga dari Temanggung, yakni Mbah Pudjo, Mbah Nani, Mbah Sindu, Mbah Endang, Pakde Yanto dan Om Hendro. Selain keluarga sendiri, umroh pertamaku ini juga ditemani oleh keluarga pak Ilyas yang terdiri dari Om Ilyas, Tante Erma, Hadi dan Kiky. Dan untuk menambah keberkahan yang sekaligus jadi guide selama di sana adalah Ustadz Ja’far dan Siddiq. Ternyata berwisata bersama keluarga besar adalah hal yang sungguh sangat menyenangkan. 
Perjalanan kami penuh dengan suka duka, ujian dan tantangan dan juga kebahagiaan tiada tara. Cerita tersebut akan aku rangkum dalam sub bab di bawah ini (kayak pelajaran aja. Hehe…). Oke deeh.. akan aku mulai cerita ini dari perjalanan menuju bandara.
Perjalanan ke Soekarno Hatta
Tepatnya pukul 14.55 kami keluar rumah dan mulai berdoa untuk memohon keberkahan dan keselamatan selama di perjalanan. Doa dipimpin langsung oleh Bapak, dan diakhir dengan sesi foto-foto serta saling bersalaman dan meminta maaf. Video ada di handy cam dan belum sempat aku convert dan pindahkan ke laptop.
Sekitar pukul 15.15 kami mulai memasuki mobil untuk meluncur ke Soekarno Hatta. Kemudi innova dipercayakan kepada Mas Parno, sedangkan kemudi Kijang Kapsul dipercayakan sepenuhnya pada Pak Fitri. Perjalanan cukup macet dan membutuhkan waktu sekitar 2.5 jam. Sekitar jam setengah 6 kami sampai di bandara. Semua tentengan dibawa turun dan kami langsung bersiap untuk check in. awalnya kupikir semua akan berjalan normal saja. Akan tetapi Allah menguji kesabaran kami di awal keberangkatan. Adikku yang persis di bawahku satu tahun usianya, tidak dapat ikut naik pesawat yang kami tumpangi. Beliau ada masalah dengan pasportnya. Ya Allah… Alhamdulillah Hashif yang diuji, bukan Hanafi atau yang lainnya. Aku percaya bahwa ada suatu hikmah di balik ini semua. Mengapa harus Hashif yang diuji dengan ujian tersebut padahal jemaah dari travel GSM kurang lebih 80 orang.
Bapak dan ibukku pasrah atas ujian ini, mereka ikhlas dan tidak berniat untuk menuntut ataupin menyalahkan GSM atas kejadian tersebut. Akhirnya adikku berangkat pukul 1 siang keesokannya bersama 4 orang lainnya yang juga bermasalah dengan paspornya. Ada yang kurang rasanya jika salah satu anggota keluarga tidak bersama. Rasanya janggal dan tidak enak.
Kami menaiki pesawat Saudi Arabia tujuan Jeddah pada pukul 19.29. Kami mendapat kursi di lantai 2 pesawat. Alhamdulillah… Pramugari dan pramugara yang melayani kami sangat ramah dan enak untuk dipandang (good looking euy. Hehe..). Beruntung sekali rasanya, pertama kali naik pesawat kualitas internasional dan dilayani dengan pelayanan yang kelas internasional pula. 
Lama penerbangan kurang lebih memakan waktu 9 jam 9 menit saja. Lama tenan euy… Dalam pesawat tersebut terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan pelajaran. Berikut adalah hikmah atau pelajaran yang aku rasakan:
- Harga mati untuk menguasai bahasa Internasional (Arab, Inggris dan Cina) dengan tujuan menjelajah bumi sebagai khalifah.
- Kemampuan berkomunikasi itu sangat penting, baik sama orang tua, anak muda maupun sebaya. Terbukalah untuk menerima segala sesuatu. Lepaskan kekangan frame dalam pikiran.
Selama berangkat bener-bener mati gaya. Rasanya lama betul euy... Akhirnya kuputuskan untuk tidur dengan berselimutkan jaket dan selimut yang dikasih oleh mba pramugari. ZZZzzzz…
***
Sesampainya di Bandara King Abdul Aziz, kami menunggu sekitar 1 jam untuk pemeriksaan passport. Kala itu aku pertama kalinya melihat wajah orang Arab dari dekat. Sungguh penciptaanMu begitu indah ya Rabb.
Tak disangka-sangka visa adikku, Hashif Ibadurrahman, terselip di passport bapake. Itulah yang menyebabkan Hashif harus menginap 1 hari di kantor GSM. Kasian sekali nasibnya, pikirku. Tapi bapak berkata dengan bijak, “Ini udah suratan terindah yang Allah kasih, pasti ada sesuatu pelajaran di balik penundaanya.” Aku menyambut perkataan bapak tersebut dengan anggukan yang bersemangat. Itulah bapakku, selalu melihat dari sisi positif.
Berbagai kenangan terukir di tanah Mekkah dan Madinah… Banyak hal yang ingin diceritakan, banyak hal yang ingin dibagi. Akan tetapi kerelaan untuk meluangkan waktu demi kepentingan yang lain akan lebih memberikan kebermanfaatan dibandingkan cerita ini. Hehe.. :D
Ada beberapa perjalanan yang belum bisa di share,
->Perjalanan ke Jeddah

->Perjalanan ke Mekkah
Ke Jabal Rahmah, Makam Siti Khadijah, Rumah kelahiran Rasul, Gua Tsur

->Perjalanan ke Madinah
Ke Raudah
Ke Makam Hamzah, Masjid Qishas, Masjid Kuba, Masjid Kiblatain, Bukit Uhud
Ke semuanya penuh sensasi dan penuh inspirasi. ^^..

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Malik, Ya Kudus, Ya Salaam, Ya Mukmin, Ya Muhaimin…
Sungguh, Nikmat yang manakah yang akan engkau dustakan!!??

25 Maret 2008

Tepat tiga tahun berlalu.
Eyang yang pergi meninggal untuk selama-lamanya.. :(

Minggu, 06 Maret 2011

EXHIBITION IMD 2011

DUAAAAAR!!!

Tanggal yang ditunggu-tunggu di tahun 2011 ini telah terlewati. Yups.. saat saat pameran IMD adalah momen yang sangat ditunggu olehku. bernostalgia di PPHUI setahun yang lalu sungguh sangat menggembirakan dan mengharukan.
Acara pameran menampilkan 6 film islam, 3 di antaranya adalah film pemenang lomba indie movie, dan 3 lainnya adalah film islam pilihan panitia, baik film DN maupun LN. Judul film tersebut antara lain:
1. Osama (Afghanistan)
2. Muallaf (Malaysia)
3. Rindu Kami Pada-Mu (Indonesia)

Film-film tersebut adalah film yang sangat menginspirasi dan mengharukan. sangat menyentuh sisi kemanusiaan dan sensitivitas setiap insan yang nonton. sayangnya tak banyak orang yang dapat menikmati film-film tersebut.



Chipy-Puspa-Amal-Pipit-Dhani-Endah
Achay-Dicky-Bram-Nikmal

IMD 2010 @ IMD 2011
PPHUI
5 Maret 2011
 
Maju Terus film ISLAM!! Semangat selalu hai para sineas perfilman ISLAM! BANGKIT!!

Jumat, 04 Maret 2011

IMD talkshow sesi 2

Ini adalah sedikit notulensi yang aku catat saat berlangsungnya talkshow...


TALKSHOW SESI 2: Jumat, 4 Maret 2011
Film sebagai media dalam menyebarkan pendidikan dan nilai-nilai budaya 

Niniek L. Karim, FFI
Film (audiovisual) sangat memengaruhi mental dan karakter para penontonnya. Hal negative lebih banyka ditiru daripada hal positifnya.
Buat film:
-perlu analisis dulu sebelum buat film (harus punya ilmu, perkaya nurani, perhalus kesadaran social -> sebab akibat)
Sang Pencerah -> pertentangan.
Semua orang butuh pemahaman dan harus mencari pemahamnannya. Akademisi berkewajiban untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Gunakan logika (sebab-akibat) yang jelas dalam bertindak.

Nurman Hakim, sutradara film islam
Buat film bertema islam (Khalifah dan 3 Doa 3 Cinta) dan mengandung nilai-nilai islam.
Membuat film yang bedasarkan lingkungan pribadi -> beliau merasa kewajibannya telah terbayar dengan membuat film dan mencerdaskan orang lain. Background seseorang memengaruhi pembuatan film oleh seseorang.
Penafsiran ayat-ayat al Quran harus tepat.
-Reaksi film islam
Ada yg protes, ada yang setuju.
Seharusnya harus menonton secara menyeluruh, menganalisis dan barulah mengkritisi. Jangan menjudge sesuatu dari kulitnya. Jangan ada pikiran negative dalam melihatnya.
Film adalah cerminan dari masyarakatnya -> sekarang sedang mencari identitas islam (1). Pembaharu (2) ex: hablum mi nan nas, hablumminallah..


 Bpk Bantoro (Dirjen Perfilman)
Sinema Elektronik (sinetron) celakanya berepisode. Harusnya film tv yang banyak ditayangkan (sekali habis) pesannya samnpai. Kalo sinetron, pesannya ga nyampe klo kita nonton setengah-setengah.
Lembaga sensor film tak ubahnya bagai seonggok pasir yang dapat meredam asinnya air laut (filter).
Pembinaan penonton itu perlu, sehingga penonton bisa mengkritisi. Kenapa tidak ada pembinaan untuk film maker? Pemerintah berperan dalam regulasi dan penonton yang cerdas dalam mengkritisi.
Bagaimana mekanisme mensensor dalam Lembaga Sensor Film? Diputar sangat cepat. Adegan yang di cut adalah adegan ciuman lebih dari 2 detik. Anggota : 45 orang.
Pilih orang-orang yang tepat siapa aja yang menduduki posisi di lembaga sensor film (harus independen).



(?) Dimas Jayadinekat : Dampak dari film? Komentar Pak Jero Wacik, Indonesia dituntut untuk memproduksi 200 film. Untuk buat film aja sulit. Itu bagaimanan menanggapi kata-kata Pak Jero Wajik? Sementara film pendek di Indonesia kurang berimpact. Jadi, bagaimana membentengi film luar dengan film Indonesia.
è Bantoro (Dirjen Perfilman) : Pemerintah tidak bertanggung jawab dalam membuat film secara langsung. Pemerintah hanya sebagai stimulant. (penyedia fasilitas baik financial maupun non financial). Pemerintah membantu dalam membuat kebijakan.  Ada wacana daya ungkit (film Indonesia : film luar negeri -> 60 : 40). Pemerintah membuat kebijakan 0% pajak untuk barang-barang yang berhubungan dengan perfilman (peralatan dan bahan baku). Pemerintah membantu dalam membangun bioskop (penyediaan film-> ex: dari pusat ke daerah dengan kualitas yang baik. Koordinasi pembagian film lebih jelas dan merata di seluruh Indonesia. Serentak pemutaran di Indonesia.)
è Niniek L. Karim (FFI) : FFI dapat meningkatkan produksi perfilman. Tujuannya untuk mengapresiasi film documenter, film pendek, dll. Beri masukan ke direktorat perfilman untuk membuat kebijakan yang adail agar tidak memenangkan salah satu pihak saja(conflict of interest).
è Nurman Hakim : Pajak Film 0% (dalam 1 tahun) -> 2006. Benchmark dari LN (Amerika, Perancis, dll) :ada anggaran dana u/ film maker baru dengan  membuat scenario. Tujuannya memotivasi orang u/ membuat film. Islam = agama yang damai.

(?) Hasanudin (FTUI) : Film Islam belum ada yang untuk anak-anak. Baik tidak film2 islam yang terinternalisasi dari film Eropa?
è Niniek L. Kariem : Tonjolkan budaya asli daerah. Bahasa betawi adalah milik orang betawi. Setiap daerah memiliki bahasanya sendiri. Setiap bahasa memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Tak apa meniru bangsa lain untuk proses pembelajaran. Hargai identitas social tanpa harus menjadi ekstrem. Dan hargai orang lain juga. Tak ada yang dapat merubah saya dari orang islam.
è Bantoro :  berikan yang terbaik buat bangsa dari diri kita.selama 1 tahun berapa kali menonton, mengkritisi, mengkaji film2 islam?  Jadilah diri sendiri, berbuat baik dari yang kecil2.

(?) Film2 LN membawa nilai2 islam di dalamnya?  Bagaimana memajukan film Indonesia dan ekspor film Indonesia?
Bagaimana melakukan kerja sama dengan orang luar?
è Bantoro : Kerja sama -> MoU an di bidang perfilman (dengan Turki). Putar perfilman di Turki. Pembuatan film di daerah Indonesia oleh film LN. Ingin mendunia (bekerjasama dengan Negara-negara Islam).
è Niniek L. karim :  software kita sudah bagus, kita tak perlu bergantung pada pemerintah. Mari cari cara untuk membiayai film sendiri. Jadikan sineas film yang mandiri. Alat menciptakan keberagaman yang harus nikmati dan hargai. Ingat!! Kita harus menghormati keberagaman dengan ikhlas dan tuntas.

*belum diedit secara baik. hahaa.. banyak tugas euuy ^^,


Kamis, 03 Maret 2011

IMD talkshow sesi 1


TALKSHOW SESI 1 : Jumat, 4 Maret 2011
Karya Anak Bangsa dalam membangun karakter  dan ekonomi bangsa Indonesia di Era Globalisasi

bersama Riri Riza, Aditya Gumay, Putut..


Yaaap.. akhirnya datang juga hari ini. Hari yang kami nantikan untuk bertemu para sineas perfilman. Walaupun aku datang telat hari ini, setidaknya ada beberapa hal yang aku dapat dari acara tersebut:
1. tidak banyak investor yang menginvestasikan uangnya ke dunia perfilaman islam. Maka dari itu, kita harus memberikan pencerdasan kepada investor islam untuk lebih banyak menginvestasikan dananya untuk kebermanfaatan islam. Salah satunya adalah berinvestasi di dunia perfilman islam. Karena sedikit banyak karakter dari manusia di Indonesia dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat dan apa yang ditonto.
2. berbuat konkret untuk memajukan agama islam di Indonesia, salah satunya adalah dengan mendidik anak-anak muda Indonesia dalam mengembangkan dunia perfilman, salah satunya adalah dengan menjadi film maker.
3. semua dimulai dengan gagasan. gagasan yang baik akan meberikan cerita atau karakter yang kuat. Mari budayakan menulis. Menulis apapun yang ada di pikiran kita :)))