Hari ini kurang lebih 402 orang mahasiswa diundang dalam acara Islamic Training Camp (ITC) yang diadakan oleh PSDM SALAM UI. Lembaga Dakwah Kampus berskala Nasional yang akan melebarkan sayap menjadi kelas Internasional. Tidak menyangka aku menjadi salah satu peserta yang diundang dalam acara tersebut. Sekian banyak mahasiswi 2008 di FE, ternyata aku salah satu yang mendapat kado terindah ini. Alhamdulillah… Ternyata Allah menginginkan aku menjadi wanita yang baik.
Jadi, ITC ini akan berlangsung selama 4 pekan, dan akan diadakan setiap hari Sabtu. Per pekannya akan diberikan tugas yang akan membangun dan meningkatkan kapasitas dari setiap peserta.
Naaah… Hari ini adalah hari pertama acara ITC diselenggarakan. Acara hari ini berupa Stadium General yang diadakan di audit FISIP gedung M lantai 4. Rangkaian acara hari ini adalah games perkenalan, training : Proud to be a Moslem dan Sharing : Tarbiyah Sehat, Rukhiyah Kuat.
Berikut akan aku share mengenai materi yang disampaikan hari ini. Semoga dapat menjadi inspirasi dan menjadi pengingat bagi aku pribadi.
1. Training : Proud To be a Moslem
Training ini diisi oleh Bang Ima Lesmana dari ABCo. Ada beberapa hal yang aku dapatkan dari materi yang beliau sugguhkan dengan luar biasa. Berikut adalah poin-poinnya:
- Jika masalah menghampiri, selalulah berkata “Hai masalah, Allah ku Maha Besar!” Tidak pantas berkata “Ya Allah, masalahku sangat besar.” Jadi, tidak akan ada kata-kata keluh kesah dan kita akan senantiasa berpikir positif.
- Beranilah untuk mencoba dan selalu belajar atas kegagalan atau keberhasilan yang diraih (Trial and Learn, bukan Trial and Error).
- Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Bagi kita manusia yang lemah sangat tidak pantas untuk berperilaku sombong. Tidak pantas untuk merasa lebih dari orang lain. Karena yang pantas untuk berbuat sombong hanya Allah semata.
- Salah satu quote yang kukutip dari training Bang Ima adalah “Tidak ada gunung yang lebih tinggi dibanding lututmu jika engkau telah mencapai puncaknya.” Intinya, teruslah bersemangat dan berusaha dengan keras dan tekun untuk mencapai puncak.
- Jika kejenuhan menyapa dan menghampiri, maka pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Contohnya adalah ingat senyuman orang tua kita saat mereka tahu bahwa kita masuk perguruan tinggi yang kita inginkan. Begitu puitis rasanya bisa membahagiakan orang-orang yang kita saying.
- “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga!” Mungkin ga ya? Ternyata mungkin. Asaaaal… foya-foya yang dilakukan saat muda adalah foya-foya dalam bidang ilmu. “Sesungguhnya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.”
- Meredefinisi kata-kata sukses. Sukses adalah bukan sekedar menjadi seorang manajer di perusahaan berkelas internasional atau bisa mandaki gunung Everest dan mengibarkan bendera merah putih. Sukses adalah bagaimana kebermanfaatan dapat dirasakan oleh orang lain atas usaha yang kita lakukan.
- Sebenarnya terdapat 2 penghambat kesuksesan seseorang untuk terus maju dalam mengarungi hidup yang fana ini. Yang pertama adalah pengaruh pikiran sendiri yang selalu menggap diri ini tidak bisa melakukan sesuatu. Yang kedua adalah pengaruh lingkungan sekitar yang menyebabkan kita enggan untuk berbuat. Untuk menghilangkan 2 pengaruh buruk ini, maka kita harus senantiasa berpikir positif. Dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.
- Setiap manusia sebaiknya memiliki 3 bekal utama sebelum melangkah. Tiga hal tersebut antara lain: menentukan konsep diri, mengetahui makna prestasi, dan mengetahui makna kegagalan.
- Meredefinisi arti kemenangan. Seorang pemenang adalah bukan yang selalu berlari dengan cepat, melainkan yang bisa bersabar dalam melakukan sesuatu. Ilmu siput, lalat, lebah, dan serangga lain yang berkompetisi dalam lomba lari.
- Sudah sepatutnya setiap muslim berbangga atas keislamannya. Jati diri seorang muslim tidak perlu ditutup-tutupi.
2. Sharing : Tarbiyah Sehat, Rukhiyah Kuat
Sharing ini diisi oleh Ustadz Derby. Beliau menjelaskan dengan lugas, tegas, dan jelas mengenai pentingnya bertarbiyah. Semata-mata hanya mengharap ridho dan rahmatNya. Berikut adalah hal-hal yang aku dapat dari sharing tersebut:
- Dalam hidup ini terdapat 4 tipe manusia, yakni: manusia seadanya, manusia mengada-ngada, manusia ada-ada saja dan manusia lebih dari adanya. Dari keempat tipe tersebut, tipe yang paling baik adalah yang tipe terakhir.
- Mengapa para sahabat Rasul merupakan orang-orang yang sukses? Karena mereka tarbiyah dengan baik dan intens, yakni setiap setelah sholat berjamaah pasti akan mengadakan halaqah dengan rasul. Maka jangan heran jika ketebalan iman mereka jauh di atas kita.
- Esensi dari tarbiyah :
a. Orang islam adalah umat terbaik. Ini merupakan janji Allah dalam surat Ali Imran ayat 110.
b. Tarbiyah akan senatiasa mendekatkan cinta kita kepada Allah dan Rasul Nya.
c. Tarbiyah menjadikan kita menjadi manusia yang pandai bersyukur dan tidak mudah berkeluh kesah kepada makhluk. Cukup kepada Allah sajalah kita berkeluh kesah.
d. Tarbiyah membuat kita menjadi selalu berpikir positif atas setiap kejadian yang Allah timpakan. Mengapa? Karena kita yakin bahwa Allah bersama kita.
e. Tarbiyah akan menjadikan setiap usaha yang kita lakukan dilakukan dengan keras dan tiada henti. Selalu bersungguh-sungguh (jihad) dalam melakukan kegiatan yang positif. (Al Ankabut:69)
- Pesan terakhir dari pak ustadz adalah “Maknai tarbiyah dengan hati, bukan dengan logika.”
Jika ini adalah jalan yang terbaik yang Allah tunjukkan, maka tidak ada keraguan dalam jiwa yang lemah ini. Maha Panyayangnya Ia menunjukkan kebaikan di saat kegalauan menghinggapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar