Total Tayangan Halaman

Selasa, 28 Mei 2013

Talent is never enough

talent is a gift, but character is a choice.

#Baiklaaah..

*mudah-mudahan bisa masuk ke jajaran DGB FEUI, Aaamiiin :')))

Dewan Guru Besar
Dewan Guru Besar (DGB-F) bertugas melakukan pembinan kehidupan akademik dan membina integritas moral serta etika akademik fakultas. Hingga kini terdapat 27 Guru Besar di FEUI, antara lain:
Jabatan/SpesialisasiNama
Ketua/Guru Besar Ilmu Ekonomi
Sekretaris
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Negara
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi&Demografi
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian
Anggota/Guru Besar Ekonomi Politik
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Pendidikan
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Manajemen
Anggota/Guru Besar Corporate Governance
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi&Demografi
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Regional
Anggota/Guru Besar Manajemen Operasi
Anggota/Guru Besar Ekonomi Moneter
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Induatri
Anggota/Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Prof. Prijono Tjiptoherijanto, Ph.D
Prof. Susiyati Bambang Hirawan, Ph.D
Prof. J.B. Sumarlin, Ph.D
Prof. Dr. Mayling-Oey Gardiner
Prof. Anwar Nasution, Ph.D
Prof. B.S. Muljana, Ph.D
Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D
Prof. Lepi T. Tarmidi, Ph.D
Prof. Rustam Didong, Ph.D
Prof. Dr. Sofjan Assauri
Prof. Akhmad Syakhroza, Ph.D
Prof. Sri Moertiningsih Setyo Adioetomo, Ph.D
Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D
Prof. Dr. Kresnohadi A. Karnen
Prof. Miranda S. Goeltom, Ph.D
Prof. Dr. Ine Minara S. Ruky
Prof. Sulastri Surono, Ph.D

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D
Prof. Dr. Moh. Arsjad Anwar
Prof. S. B. Joedono, DPA
Prof. Wagiono Ismangil, DBA
Prof. Wahjudi Prakarsa, Ph.D
Prof. Dr. Suroso
Prof. Sidharta Utama, Ph.D., CFA
Prof. Nachrowi Dj. Nachrowi, Ph.D
Prof. Robert A. Simanjuntak, Ph.D
Prof. Dr. Subroto
Prof. Ali Wardhana, Ph.D
Prof. Suhadi Mangkusuwondo,Ph.D
Prof. Dr. Kartomo Wirosuhardjo
Prof. Dr. Budi Pramita
Prof. Sri Edi Swasono, Ph.D
Prof. Irzan Tandjung, Ph.D
Prof. J. Sudrajat Djiwandono, Ph.D
Prof. Firmanzah, Ph.D
Prof. Moh. Ikhsan, Ph.D
Prof. Dr. Lindawati Gani



Mimpii...

Terkadang, yap, terkadang aku lupa akan impianku.. Eh salah, bukan impianku. tapi impian kami.
H-eight!!

why??!

Mungkin terhempas angin, entah angin mana yang menghempaskannya.

***

*tulisan ga mutu
*sign out

17.44

Minggu, 26 Mei 2013

26 Mei 2013

Di hari ini, kami catatkan sejarah. Mungkin bukan sejarah yang besar untukmu. Tapi ini cukup membekas :')

Yap, di hari ini aku dan keluarga besarku berkumpul bersama untuk agenda ARISAN KELUARGA!! Kegiatan rutin per dua bulan sekali. Ga mudah memang membangun ukhuwah. Apalagi MERAWATNYA!! -makanya aku iri dengan orang2 yang pandai merawat- #salahfokus! wkwk.. ^^,

Intinya, tahun ini beda rasanya. Aku diminta jadi bendahara arisan keluarga. Sekaligus PJ Jarkom dan Penyambung lidah dengan shahibul bait.. :')

Tapii untuk tanggal 26 Mei ini, rasanya lebih SPESIAL!!
Karenaaaaa... Kami ngadain acaranya di Kota Wisata, dengan konsep PIKNIK dan GAMES seru..

Canda, tawa... Membekas sangat di hari ini.. Terima kasih Yaa Rabb, atas tali indah yang kau ikatkan pada kami :'3

22.40

Sabtu, 25 Mei 2013

Rasul dan Nabi

A: "Apa sih bedanya Rasul dan Nabi?"

B: "Rasul itu orang yang wajib menyampaikan kebenaran dan kebaikan Islam untuk diserukan kepada kaumnya. Sedangkan Nabi, tidak wajib untuk menyampaikan kepada kamunya."

A: "Hmmm..." [mencerna]

B: "Iya, seperti itu."

A: "Bukankah kita sebagai umat Islam adalah da'i sebelum apapun? Kita da'i sebelum jadi akuntan, kita da'i sebelum jadi guru, kita da'i sebelum jadi yang lainnya.. Bukankah setiap kita juga penyampai kebenaran? Bahkan kualitas diri kita mungkin jauh dari kualitasnya Nabi. Tapi mengapa Nabi tidak wajib untuk menyampaikan kepada kaumnya?" [mulai mikir]

B: "Hmm.. Yaaps, kita memang da'i...."

A: "Lalu..."

C: "Lalu, apa yang kamu bingungkan? hehe.. Bedanya Nabi dan Rasul itu tidak lain dan tidak bukan ialah, Nabi tidak membawa risalah baru dalam hidupnya, tapi tetap harus menyeru kepada orang lain. Sedangkan Rasul itu ialah hamba Allah yang diberikan risalah baru dalam hidupnya. Kemudian diharuskan untuk menyampaikan risalah baru tersebut pada kaumnya. Seperti itu.."

B: "Oh, seperti itu ya. Baiklah, terima kasih.."

A: "Hmm... Lalu, apakah Sidharta atau Brahmana itu adalah Nabi?"

C: "Terkait itu, mari kita pikir bersama ya. Hal yang harus diperhatikan adalah, apakah Sidharta atau Brahmana itu menyampaikan ilmu ketauhidan? Apakah mereka menyampaikan mengenai keesaan yang hanya ditujukan kepada Allah? Jika tidak, maka jelaslah bahwa mereka bukan Nabi."

A dan B: "Oh gitu ya. Terima kasih ya :)"

C: ":)" [senyum simpul]

***

Percakapan di atas hanyalah percakapan yang fiktif, jika terjadi persamaan, maka berbahagialah. Hehe..

23.00

Pluralisme? Toleransi?

Mari kita coba untuk kembali memaknai makna. :)

Hmmm..

Tulisan kali ini akan aku buka dengan pertanyaan:
"Apa sebenarnya makna pluralisme??"

Seperti biasa, dengan subyektif aku akan coba ngeshare apa yang mempir dan melintas di benakku. hihi :3
Jika kita berbicara tentang pluralisme atau keberagaman yang terserak di sekitar kita, maka kita perlu menoleh kepada pandangan yang tepat. Bagaimana sebuah negara disebut sebagai negara plural? Yap, jelaaas ada keberagaman yang nyata di dalamnya. Entah itu keberagaman dalam segi budaya, bahasa, pola pikir, pola makan, dll. Nah, kalo di Indonesia, atas banyaknya agama yang diakui oleh Negara, maka Indonesia adalah salah satu Negara yang plural.

***

Sekarang, pertanyaannya:
"Apakah sebagai Negara yang plural, toleransi harus dikedepankan?"

Yap, sebuah konsekuensi yang sangat logis ketika kita harus mengedepankan rasa toleransi kita atas keberagaman yang ada. Akan tetapi, perlu diwaspadai, kita dapat toleransi dengan apapun, kecuali dengan dua hal. Apakah dua hal itu? Dua hal itu adalah kemusyrikan dan kemungkaran.
Segala penyekutuan terhadap Allah dan segala keburukan yang tak sesuai dengan standar, yakni tuntunan Al-Qur'an dan sunnah, maka tidak patut untuk ditolerir.

Sebagai umat Islam, kita harus mengenali berbagai bentuk kemusyrikan dan kemungkaran yang merebak di sekitar. Bukan saja kemusyrikan dan kemungkaran yang ekstrim, tetapi juga turunan-turunannya yang tanpa sadar telah menggerogoti rasa toleransi umat Islam. Na'udzubillah :'x

***

Segini dulu ya share tentang pluralisme dan toleransi. Masih banyak belajar euy. hehe.. :'D *yosh!

22.50

Selasa, 21 Mei 2013

Wadi'ah

Ketika semua yang kau rasakan memang tak ada yang kekal.
Ada yang datang, ada yang pergi.
Ada yang terlahir, ada yang mati.
Ada yang bermekaran, ada yang layu.

Karena semua hanya ilusi mata.
Karena semua tak ada yang abadi.
Karena pagi pun tak selamanya berkuasa.
Begitupun malam, tak selamanya sepi.

Karena yang menurutmu punyamu, hakikatnya itu bukan milikmu.
Karena semua berakad titipan.
Ya! Wadi'ah!
Karena Sang Pemilik hanya menitipkan, mengujimu, bagaimana kau berlaku atas apa yang dititipkan.

Atas dien kita
Atas jiwa kita
Atas akal kita
Atas keturunan kita
Atas harta kita

Semuanya berakad titipan, maka tarulah digenggaman tangan.
Seperti kau sedang menggenggam pasir pantai.
Genggamlah dengan lembut.
Jangan dimasukkan dalam hati!
Karena akan menimbulkan 'penyakit'.

Ingat, titipan, sewaktu-waktu akan diambil oleh Sang Pemilik.
Syukuri, dengan optimalkan potensinya.
Semoga Sang Pemilik tak merasa kecewa ketika kita lah yang menjadi orang yg dipilih untuk dititipi.

:')

22.45

Kelangkaan!?

Q: Apakah ada konsep kelangkaan dalam ekonomi Islam?

A: Pertama, apa makna kelangkaan? Kalo mengadopsi dari konsep ekonomi konvensional, maka kelangkaan itu adalah tak terpenuhinya semua permintaan akibat membludaknya keinginan dan kebutuhan manusia yang ingin dipenuhi.
Kedua, dalam Islam, hal yang dititikberatkan adalah SDMnya. Bagaimana kompetensinya, bagaimana perilakunya, bagaimana pola pikirnya dan bagaimana tingkat ketundukan kepada standar yang berpedoman pada wahyu, yakni Al-Qur'an dan assunah. Nah, dalam ekonomi Islam, diajarkan bahwa kita tak boleh melakukan hal yang sia-sia atau mubadzir, karena merupakan cermin dari karib syetan. Karena itu pemenuhan atas kebutuhan saja yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam. Tidak berlebihan.
Ketiga, adapun yang terjadi saat ini, ketidakmampuan dalam mengoptimalkan potensi dari SDA lah yang menjadi akar dari tersebarnya teori kelangkaan..

wallahu'alam bi showab

22.31

Kata-Kata

Sepotong kata, mungkin akan mengubah dunia. Tapi tidak dengan duniaku. Karena duniaku kini telah dipenuhi dengan .... (tak sampai kata aku menyebutnya). Duniaku mungkin tak bisa disebut sebagai duniaku. Karena aku hidup dalam dunia orang lain. Aku hidup dalam bayang-bayang kekuasaan orang lain. Yap.. Kan sedikit kuceritakan mengenai duniaku. Duniaku, dunia yang di dalamnya kau hanya menjadi boneka. Ya, kau memang dapat berteriak kebebasan, tapi sejatinya kau terikat dengan budaya atau tradisi. Kau dapat berkspresi, tapi sejatinya ekspresimu disetir oleh banyak kalangan. Kau dapat bertingkah semaunya, tapi sejatinya segala tingkahmu tak lebih dari mainan para penguasa.

#Luapan emosi ketika aku berada di dalam dunia kapitalis yang sempit, membuat dada sesak! :'(

22.00

NgeGalau!?

Hal yang biasa kita dengar atau bahkan ucapkan adalah kata galau. Sebenarnya apa sih makna galau??
Secara subjektif, saya mau menafsirkan apa makna galau, dengan segala keterbatasan dan segala kekurangan yang ada pada diri saya. hehe..:)

Galau itu ketika seseorang senang untuk melakukan perputaran yang dia sendiri bingung apa porosnya atau apa dasar dan sandarannya. Kegalauan ini menimbulkan sesuatu yang tak berpola, dalam artian, agak sulit untuk dinikmati alurnya.

Kegalauan ini pun datang dan pergi sesukanya. Sebenarnya dapat dipantau dan dikontrol oleh emosi. Yang jadi pertanyaan, semampu apa seseorang dalam menaklukan kegalauannya. Karena berlama-lama dalam kegalauan dapat menimbulkan ketidakjelasan yang berkepanjangan. Hal ini akan menghambat berbagai macam potensi yang semestinya bisa dikembangakan. Jangan biarkan kegalauan mencuri waktu dan energimu!

Dampak terburuk dari kegalauan adalah ketika kegalauan itu menular, tanpa ada obat yang dapat menidurkan kegalauan itu kembali. Sangat ndak baik menurut saya jika kegalauan dipaksakan kepada orang sehingga orang menikmati kegalauan kita dan kegalauan itu berujung dengan hal yang buruk atau kebiasaan yang buruk terhadap orang lain.

Subjektif banget ya. Hahaa.. Namanya juga manusia, ga ada yang netral. Wajar jika memiliki kecenderungan. :)

Selamat menikmati rasa dalam membunuh kegalauan. Karena hidup butuh perjuangan!

21.53

Selasa, 14 Mei 2013

Memaknai Makna

Pagi ini, seperti biasa, hal yang kulakukan setelah tak disibukkan dengan dunia perkuliahan :'), Nyuapin ayam plus mentok milik babeh.. hehe..

Tapi, pagi ini ada yang berbeda, sedikit berbeda ketika tetiba ada sekeluarga yang sepertinya harmonis mantengin dari tadi negliatin ayam plus mentok. 'Etdaah, kayak taman safari atau ragunan aja' gumamku dalam hati. 'Gw bukan tontonan euuuuy!' smaakin bergumamlah diriku, pastinya dalam hati. wehehe..

Sembari ngasih makan ayam n mentok serta parkit2, smakin mikir bahwa memang ada Dzat yang selalu mengawasi kita. Ndak tidur, ndak alpa. Dan kita sering lupa akan hal ini :'x
Kita sibuk menyesuaikan diri dengan standar dunia, padahal standar yang mutlak adalah standar Ilahi. Kebenaran yang mutlak adalah bahwa pengawasan atas segala yang kita lakukan benar adanya dilakukan oleh Allah....

Seandainya boleh berandai-andai, aku mau liat video selama aku hidup di dunia ini, trus mau aku benahi satu per satu. Supaya ga malu di hari saat pengadilan itu tiba waktunya.. :'))


09.55

Hidup yang Bernilai

Ingin memiliki HIDUP yang BERNILAI!??
Yuk, kita perhatikan poin-poin berikut ini..

#1 Miliki TARGET yang REALISTIS
#2 Pupuk KOMPETENSI
#3 SABAR
#4 SYUKUR
#5 Selalu YAKIN bahwa ALLAH yang berperan dalam setiap lini kehidupan

Yosh!! ^^9

21.04

Haluoleo! :'D

Haluoleo, Kendari..
Yaps..

Mulai terbuka sedikit pandanganku tehadap Indonesia.
Indonesia luas bung!
Terhampar berjuta hektar tanah yang masih nganggur!
Nganggur, belum berpenghuni dan belum dijamah manusia.
Masih banyak yang bisa digarap!
Ndak hanya memfokuskan diri di Jakarta atau kota besar lainnya.
Tapi kita harus mulai melirik potensi yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

#Bismillah :)

20.59

Konsep Ilmu dalam Islam

*ilmu dalam islam??

sebenarnya apa yg dimaksud ILMU dalam Islam?

Ketika mempelajari sesuatu dan membuat kita semakin dekat dan yakin akan eksistensi dan ke-Maha-an Sang Maha, itulah yang disebut ILMU :)

Dengan ILMU, kita akan dapat mengatur dunia dalam rangka mempersiapkan kehidupan akhirat. ILMU sangat luas. Seluas ke-Maha-an Sang Maha.. Karena inilah sudah sepantasnya kita iri dengan orang-orang yang berilmu dan memanfaatkan ilmunya demi kebaikan. :)

20.50

Live :)

LIVE ACTIVE!

LIVE HAPPY!

LIVE FIT!


Minggu, 12 Mei 2013

Rangkuman Dr. Zakir Naik :)

http://www.youtube.com/watch?v=Q7G_Kqn0bgE

Al Qur'an - kemudian masa sastra dan syair


Al Qur'an bukan ilmu pengetahuan.
Ia adalah buku ttg tanda.
Ia adalah buku ttg ayat2.
Ada 6000 tanda, yg didalamnya lbh dari ribuan ilmu pengetahuan.
Jadi, ilmu pengetahuan merupakan salah satu hal yang ada di Al Qur'an.

Pendekatan o/ Ilmuwan barat
1. Pendekatan kesesuaian
2. Pendekatan konflik

*Tidak ada ayat yg dipertentangkan dengan ilmu pengetahuan modern

Al-Qur'an dan Injil dipandang dari sudut pandang ilmu pengetahuan


Rahmatan lil 'alamin
(Al-Anbiya: 107)


1. Astronomi
-penjelasan alam semesta yang terbentuk
(Al-Anbiya: 30, 33)
-keluasan jagat raya
(Adz Zariyat: 47)
-siklus air
(Ath Thariq: 11, .... dan banyaaak sekali)

2.  Geologi
-bumi
(An-Naba: 6-7, An Naziyat: 32, Al-Ghasyiyah: 19, An Nahl: 15)
-kelautan
(Ar Rahman: 19-20)

3. Penciptaan manusia
(Al Mu'minun: 12-14, Al Insan: 2)

... .... :))


Wahyu Tuhan tak mungkin mengandung kesalahan ilmiah.

#Curcol

Terkadang, aku bingung, sbenarnya apa yg kupelajari skrg ini dri sumber yang tepat bukan? Jikalau memang ada di Al-Qur'an dan sunnah, insyaa Allah itu tepat kan. Nah, klo interpretasi dri suatu fenomena, apakah itu tepat?

Yaa Rabb, rangkai selalu hariku dengan jalan kebenaran yang Engkau ridhoi. Tunjuki dengan petunjuk yang paling Engkau berkahi :)

:)

Allah, berikan percikan sifat-sifatNya yang terangkum dalam asmaul husna pada setiap diri manusia yang merupakan ciptaanNya. :)

Jelas bahwa setiap kita punya kekhasan dan ciri khas tersendiri. Punya keunikan yang dapat dibagi demi kebaikan bersama. :)

Setiap keberagaman yang kita punya, semoga masih dalam rel yang tepat. Semoga ... :)