Ketika semua yang kau rasakan memang tak ada yang kekal.
Ada yang datang, ada yang pergi.
Ada yang terlahir, ada yang mati.
Ada yang bermekaran, ada yang layu.
Karena semua hanya ilusi mata.
Karena semua tak ada yang abadi.
Karena pagi pun tak selamanya berkuasa.
Begitupun malam, tak selamanya sepi.
Karena yang menurutmu punyamu, hakikatnya itu bukan milikmu.
Karena semua berakad titipan.
Ya! Wadi'ah!
Karena Sang Pemilik hanya menitipkan, mengujimu, bagaimana kau berlaku atas apa yang dititipkan.
Atas dien kita
Atas jiwa kita
Atas akal kita
Atas keturunan kita
Atas harta kita
Semuanya berakad titipan, maka tarulah digenggaman tangan.
Seperti kau sedang menggenggam pasir pantai.
Genggamlah dengan lembut.
Jangan dimasukkan dalam hati!
Karena akan menimbulkan 'penyakit'.
Ingat, titipan, sewaktu-waktu akan diambil oleh Sang Pemilik.
Syukuri, dengan optimalkan potensinya.
Semoga Sang Pemilik tak merasa kecewa ketika kita lah yang menjadi orang yg dipilih untuk dititipi.
:')
22.45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar