Mari kita coba untuk kembali memaknai makna. :)
Hmmm..
Tulisan kali ini akan aku buka dengan pertanyaan:
"Apa sebenarnya makna pluralisme??"
Seperti biasa, dengan subyektif aku akan coba ngeshare apa yang mempir dan melintas di benakku. hihi :3
Jika kita berbicara tentang pluralisme atau keberagaman yang terserak di sekitar kita, maka kita perlu menoleh kepada pandangan yang tepat. Bagaimana sebuah negara disebut sebagai negara plural? Yap, jelaaas ada keberagaman yang nyata di dalamnya. Entah itu keberagaman dalam segi budaya, bahasa, pola pikir, pola makan, dll. Nah, kalo di Indonesia, atas banyaknya agama yang diakui oleh Negara, maka Indonesia adalah salah satu Negara yang plural.
***
Sekarang, pertanyaannya:
"Apakah sebagai Negara yang plural, toleransi harus dikedepankan?"
Yap, sebuah konsekuensi yang sangat logis ketika kita harus mengedepankan rasa toleransi kita atas keberagaman yang ada. Akan tetapi, perlu diwaspadai, kita dapat toleransi dengan apapun, kecuali dengan dua hal. Apakah dua hal itu? Dua hal itu adalah kemusyrikan dan kemungkaran.
Segala penyekutuan terhadap Allah dan segala keburukan yang tak sesuai dengan standar, yakni tuntunan Al-Qur'an dan sunnah, maka tidak patut untuk ditolerir.
Sebagai umat Islam, kita harus mengenali berbagai bentuk kemusyrikan dan kemungkaran yang merebak di sekitar. Bukan saja kemusyrikan dan kemungkaran yang ekstrim, tetapi juga turunan-turunannya yang tanpa sadar telah menggerogoti rasa toleransi umat Islam. Na'udzubillah :'x
***
Segini dulu ya share tentang pluralisme dan toleransi. Masih banyak belajar euy. hehe.. :'D *yosh!
22.50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar