Punya mimpi?
Relokasi mimpi orang ke mimpi pribadi?
Berujung pada disorientasi. Kenapa? karena kelelahan nyinyir mimpi orang?
#WASpadalah!
Segala was-was berawal dari setan..
***
Nampaknya mulai akan shifting impian :')
Melirik Lip*a dan T*zkia
Apakah akan meninggalkan *I?
Apakah rela tinggalkan almamater?
Let's see.. :")
Mari kita lihat bagaimana Allah melakukan pembinaan pada diri yang lemah ini..
***
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 29 Juni 2013
Thanks, for coloring my life :")
29 Juni 2013. Alhamdulillah..
Hari terakhir mangkal di Al Huda [sebelum Ramadhan]..
Semoga abis Ramadhan diberikan kesempatan lagi untuk mangkal di sana. Hehe, berasa babang-babang ojegs. :")
***
Maaf yah, sharing yang kali ini agak visioner dikit, ihihi..
Aku belajar mengenai banyak hal saat mangkal di sana...
1. Yang pertamaaaa... Bukan kesempurnaan yang kita cari dalam hidup ini.
Bukan kesempurnaan fisik dan kesempurnaan materi dari seseorang yang kita nilai ketika berharap menjadikannya imam yang mengantarkan kita ke surgaNya kelak. Akan tetapi kesempurnaan dan kebulatan tekad dalam konsistensinya mencintai Allah lah yang menjadi penilaian kita.
Aku semakin sadar bahwa memang perempuan dijadikan pasangan bagi lelaki dengan tujuan untuk saling melengkapi. Melengkapi dalam kebahagiaan. Melengkapi dalam usaha mencapai ridhoNya.
Mungkin banyak dari kita (perempuan) lebih memilih pengusaha kaya yang sukses dan populer untuk dijadikan pasangan. Iyakaah? Mengapa? Supaya hidupnya terjamin. Padahaaaal... Jelas bahwa yang menjamin rezeki seseorang adalah Allah. Ketika Allah ridho dengan orang tersebut, maka tak ada halangan bagiNya untuk memberikan yang terbaik untuk hamba yang dicintaiNya.
Aku berharap mendapatkan imam yang dapat mengantarkan ke tempat terbaik di surgaNya kelak. :')
Akan tetapiiii... Berkali-kali aku sadar harus ngomong ini: 'Ngaca dong!'
Persiapan yang matang. Itulah yang harus kita lakukan sebagai perempuan.
Seperti yang beliau katakan, belajar ya Shifa. :3
2. Hal kedua yang aku pelajariii adalah... Harus laaah bersabar. Bersabar dalam kebaikan. Bersabar dalam berinteraksi dengan orang baik. Bersabar dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda dan beragam. Bersabar dalam menghadapi orang yang ga sabaran nimba ilmu (*ngomongin diri sendiri, paling ga bs sabar kalo lagi belajar, maunya yang instan -_____-"). Intinya, kita harus bersabar atas apapun kehendak yang Allah gariskan pada kita.
3. Hal ketiga yang sempat mampir di hari terakhir adalah.... Beliau bersyukur atas apa yang dijalani setiap harinya. Memang mengalir bagai air.Tapi alirannya deras dan bermanfaat sangat untuk kami. :')
Thanks, for coloring my life :")))
Sampai jumpa Ustadz dan teman2 kelas, insyaa Allah... :3
Kamis, 27 Juni 2013
?!
Rasa menyesal mungkin tak akan membuatmu mati.
Tapi, mungkin itu dapat membuatmu tak mampu untuk tegak berdiri.
Udah saatnya bangkit kembali!!
#Untuk siapapun yang merasakan keterpurukan yang menyiksa.
Tapi, mungkin itu dapat membuatmu tak mampu untuk tegak berdiri.
Udah saatnya bangkit kembali!!
#Untuk siapapun yang merasakan keterpurukan yang menyiksa.
Rabu, 26 Juni 2013
Cantiknya Akhlak Seorang Muslim
*ini bukan cerita fiktif
*pun ini bukan ceritaku, ini cerita ttg seorang tokoh besar di Indonesia
18 Juni 2013, itulah tanggal di mana aku abadikan momen ini dengan dua mataku.
Simpel sih. Tapi ini hal pertama yang pernah aku liat.
Seperti banyak acara besar lainnya, di saat pembukaan, ada sambutan dari orang-orang penting dalam acara atau lembaga yang menaunginya. Sebutlah Mr. AG, selaku penasehat umum, diberikan kesempatan untuk sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya lumayan menggugah, karena beliau bercerita visi besarnya untuk Indoensia. Indonesia yang lebih bermartabat. Indonesia yang kuat dalam segala lini. Beliau ceritakan bagaimana membangun pondasi-pondasi untuk memajukan Indonesia. :')
Nah, tapi poinnya yang ingin diceritakan adalah cantiknya akhlak beliau setelah usai sambutan. Wajarnya sih kalo abis sambutan tuh kan ditepokin penonton, terus yang sambutan salaman sama orang-orang penting yang duduk di sofa-sofa empuk. Tapi lain dengan yang satu ini. Beliau malah menghampiri salah satu bapak tua yang duduk di bangku penonton. Bapak tua ini pake kruk, mungkin usianya 80 taunan. Beliau cium dan peluk hingga bapak tua itu ga kuat nahan tangis harunya. Begitupun dengan kita yang juga duduk di bangku penonton.
Kebayang ga sih?
Sebegitu menghargainya orangnya, sebegitu respek ama orang, beliau tunjukkan bagaimana kasih sayang seorang anak muda dan rasa hormatnya pada si orang tua ini. Aku langsung ngomong dalam hati saat itu: Cantik banget akhlaknya :")
THINK~IN[K]G :D
1. BIG PICTURE thinking, not small thinking
2. FOCUSED thinking, not scattered thinking
3. CREATIVE thinking, not restrictive thinking
4. REALISTIC thinking, not fantasy thinking
5. STRATEGIC thinking, not random thinking
6. POSSIBILITY thinking, not limited thinking
7. REFLECTIVE thinking, not impulsive thinking
8. INNOVATIVE thinking, not popular thinking
9. SHARED thinking, not solo thinking
10. UNSELFISH thinking, not selfish thinking
11. BOTTOM LINE thinking, not wishful thinking
2. FOCUSED thinking, not scattered thinking
3. CREATIVE thinking, not restrictive thinking
4. REALISTIC thinking, not fantasy thinking
5. STRATEGIC thinking, not random thinking
6. POSSIBILITY thinking, not limited thinking
7. REFLECTIVE thinking, not impulsive thinking
8. INNOVATIVE thinking, not popular thinking
9. SHARED thinking, not solo thinking
10. UNSELFISH thinking, not selfish thinking
11. BOTTOM LINE thinking, not wishful thinking
Love Our Parents!
"Na, tolong diopenin Mba Sipah ya."
Adekku bercerita, Ibu berpesan spt itu ktika hendak langkahkan kaki ke kantor. :')
Biasanya aku yg dipesenin gtu sama Ibu. "Fa, adek2nya diopenin ya. Jangan lupa makan, sholat, ngaji."
Tapiii... Beberapa hari terakhir aku tumbang. Dan hari ini lebih parah dari hari-hari kemarin.
***
Malu bgt di saat ga bisa bantu ibu macem2. Gara2 kita ga piawai ngurus badan sendiri. :(
Harus SEHAT! Sehat fisik, akal dan hati tentunya.
***
"Mba, kamu kan anak ibu yang bisa diandelin Mba. Tolong Ibu ya." Sembari ketawa kecil dan merajuk.
Aku kangen saat ibu bilang ini di suatu waktu pas minta tolong.
:'D
Ya.. kita memang menjadi semakin besar dan semakin bertumbuh
Kita dihadapkan pada banyak peluang dan tantangan baru dalam hidup ini
Tapi kita harus selalu ingat, ada orang tua kita yang selalu bertumbuh menjadi semakin tua
Jangan sampe kita menyesal kemudian
LOVE OUR PARENTS!
*Babeh+Damdams*
Adekku bercerita, Ibu berpesan spt itu ktika hendak langkahkan kaki ke kantor. :')
Biasanya aku yg dipesenin gtu sama Ibu. "Fa, adek2nya diopenin ya. Jangan lupa makan, sholat, ngaji."
Tapiii... Beberapa hari terakhir aku tumbang. Dan hari ini lebih parah dari hari-hari kemarin.
***
Malu bgt di saat ga bisa bantu ibu macem2. Gara2 kita ga piawai ngurus badan sendiri. :(
Harus SEHAT! Sehat fisik, akal dan hati tentunya.
***
"Mba, kamu kan anak ibu yang bisa diandelin Mba. Tolong Ibu ya." Sembari ketawa kecil dan merajuk.
Aku kangen saat ibu bilang ini di suatu waktu pas minta tolong.
:'D
Ya.. kita memang menjadi semakin besar dan semakin bertumbuh
Kita dihadapkan pada banyak peluang dan tantangan baru dalam hidup ini
Tapi kita harus selalu ingat, ada orang tua kita yang selalu bertumbuh menjadi semakin tua
Jangan sampe kita menyesal kemudian
LOVE OUR PARENTS!
*Babeh+Damdams*
Minggu, 09 Juni 2013
6 Juni 2013, Polar
Bismillah, hari yang baru untuk orientasi baru :')
Ndak ada yang instan.
Semua butuh usaha dan perjuangan.
Atas apapun.
Menghadiri sebuah seminar di hari Kamis, 6 Juni 2013 yg lalu. Acara yg diisi oleh seorang Ustadzah dari LIPIA yang masih aktif membimbing mahasiswi untuk belajar ilmu syar'i ini sangat berkesan. Beliau adalah seorang yang telah menamatkan studinya di International University of Africa, Sudan.
Btw, ini adalah seminar pertama yang dihadiri oleh 3 anak perempuan Damdam. Yap. Damdam yang ngajak kita untuk ikutan acara ini, mumpung liburan, dan bagus bgt buat bekal masa depan. Gitu kata Damdamku sayang.
Judul seminar ini: "Balitaku Hafal Qur'an, Why Not!!!"
Sang Ustadzah memiliki 3 anak yang ketiganya menghafalkan Al-Qur'an. Anak pertamanya telah menghafal 30 juz di usia 8 tahun :'))
Masyaa Allah..
Berikut aku mau share beberapa hal yang perlu diperhatiin klo mau punya anak yang mulai menghafal Qur'an semenjak dini...
1. PRINSIP Rumah Tangga Qur'ani:
a. Al-Qur'an sebagai ISU UTAMA dalam keluarga setiap waktu.
b. Mengutamakan kesuskesan dalam Al-Qur'an dan menghargainya lebih dari yang lain.
c. Baca Al-Qur'an hingga khatam harus dilakukan sedini mungkin, sebelum usia 6 tahun.
d. Menginginkan semua menjadi UTRUJAH (buah yang manis dan enak rasanya)
2. PRINSIP Pembelajaran Al-Qur'an di Rumah:
a. Dimulai dengan yang paling mudah (sesuaikan dengan pertumbuhan anak, misal: huruf 'ma' dan 'ba' dahulu yang dilafazkan sebelum huruf lainnya).
b. Yang sulit, dipermudah. Yang lebih sulit, dikondisikan dan dibuat menyenangkan dalam mempelajari Al-Qur'an.
c. Fokus pada PROSES. Jangan fokus pada hasil, walopun punya targetan. Kita harus nilai dan evaluasi prosesnya. Supaya terlihat progressnya.
d. Reward and punishment dalam proses pembelajaran. Tapi sesuaikan dengan konteksnya dan minimalkan punishment. Fokus kepada reward.
e. Target minimal: setiap hari bersama Al-Qur'an (ndak perlu dipatok jam brp-brp, krn khawatir tdk fleksible).
f. Tanamkan dibenak anak-anak bahwa MENCINTAI Al-Qur'an jauh lebih penting dibandingkan pandai membaca Al-Qur'an. Kegiatan BerQur'an bersama anak-anak harus dikenang dengan indah.
3. KIAT dalam menjalankan RT bervisi Qur'ani:
a. AZZAM yang KUAT
Asal azzamnya tepat, insyaa Allah akan Allah beri jalan
- ingat kisah Ratu Perancis Isabella
- ingat kisah penjaga lampu: Khalid bin Abdullah al Azhary
b. Konsisten, ISTIQOMAH!
- Allah pasti akan menguji setiap hambaNya, renungkanlah
- ingat kisah nenek 82 tahun yang istiqomah dalam menghafalkan Al-Qur'an
***
Surga itu ndak gampang, berUSAHA dan berJUANG! ^^9
Ndak ada yang instan.
Semua butuh usaha dan perjuangan.
Atas apapun.
Menghadiri sebuah seminar di hari Kamis, 6 Juni 2013 yg lalu. Acara yg diisi oleh seorang Ustadzah dari LIPIA yang masih aktif membimbing mahasiswi untuk belajar ilmu syar'i ini sangat berkesan. Beliau adalah seorang yang telah menamatkan studinya di International University of Africa, Sudan.
Btw, ini adalah seminar pertama yang dihadiri oleh 3 anak perempuan Damdam. Yap. Damdam yang ngajak kita untuk ikutan acara ini, mumpung liburan, dan bagus bgt buat bekal masa depan. Gitu kata Damdamku sayang.
Judul seminar ini: "Balitaku Hafal Qur'an, Why Not!!!"
Sang Ustadzah memiliki 3 anak yang ketiganya menghafalkan Al-Qur'an. Anak pertamanya telah menghafal 30 juz di usia 8 tahun :'))
Masyaa Allah..
Berikut aku mau share beberapa hal yang perlu diperhatiin klo mau punya anak yang mulai menghafal Qur'an semenjak dini...
1. PRINSIP Rumah Tangga Qur'ani:
a. Al-Qur'an sebagai ISU UTAMA dalam keluarga setiap waktu.
b. Mengutamakan kesuskesan dalam Al-Qur'an dan menghargainya lebih dari yang lain.
c. Baca Al-Qur'an hingga khatam harus dilakukan sedini mungkin, sebelum usia 6 tahun.
d. Menginginkan semua menjadi UTRUJAH (buah yang manis dan enak rasanya)
2. PRINSIP Pembelajaran Al-Qur'an di Rumah:
a. Dimulai dengan yang paling mudah (sesuaikan dengan pertumbuhan anak, misal: huruf 'ma' dan 'ba' dahulu yang dilafazkan sebelum huruf lainnya).
b. Yang sulit, dipermudah. Yang lebih sulit, dikondisikan dan dibuat menyenangkan dalam mempelajari Al-Qur'an.
c. Fokus pada PROSES. Jangan fokus pada hasil, walopun punya targetan. Kita harus nilai dan evaluasi prosesnya. Supaya terlihat progressnya.
d. Reward and punishment dalam proses pembelajaran. Tapi sesuaikan dengan konteksnya dan minimalkan punishment. Fokus kepada reward.
e. Target minimal: setiap hari bersama Al-Qur'an (ndak perlu dipatok jam brp-brp, krn khawatir tdk fleksible).
f. Tanamkan dibenak anak-anak bahwa MENCINTAI Al-Qur'an jauh lebih penting dibandingkan pandai membaca Al-Qur'an. Kegiatan BerQur'an bersama anak-anak harus dikenang dengan indah.
3. KIAT dalam menjalankan RT bervisi Qur'ani:
a. AZZAM yang KUAT
Asal azzamnya tepat, insyaa Allah akan Allah beri jalan
- ingat kisah Ratu Perancis Isabella
- ingat kisah penjaga lampu: Khalid bin Abdullah al Azhary
b. Konsisten, ISTIQOMAH!
- Allah pasti akan menguji setiap hambaNya, renungkanlah
- ingat kisah nenek 82 tahun yang istiqomah dalam menghafalkan Al-Qur'an
***
Surga itu ndak gampang, berUSAHA dan berJUANG! ^^9
D.I.A. lo-gue
Salah satu dialog yang ingin aku abadikan.
Berasa privat euy.
***
[Di sela-sela pembelajaran]
S: Ustadz, ceritain dong perbedaan yang ada dalam Islam
Ust: Perbedaan dalam Islam dlm hal apa?
S: Yang tentang gerakan Stadz.
Ust: Baik, akarnya, agama (dien) yang turun dari Allah (samawi) itu ada 3: Yahudi, Nasrani dan Islam. Yahudi nantinya akan terbagi jadi 71 golongan, Nasrani 72 golongan, dan Islam 73 golongan. Fitrah kalo ada perbedaan.
Nah, Islam sendiri ada beberapa golongan. Ada Khawarij, Syiah, ... (aku lupa, bliau menjabarkan bbrp golongan. Harus diulas lagi nih!). Yang paling mendekati sunnahku, itulah golongan yang terbaik (Rasul). Kita ikuti apa yang sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah Rasul.
S: Gimana dg kondisi skrg Ust?
Ust: Iya, banyak golongan yg menyebutkan bahwa golongannya yang sesuai dg Al-Qur'an dan sunnah. Kita harus lihat mana yang benar2 seusai dengan Al-Qur'an dan sunnah.
S: Tapi Ustadz, sy belum paham betul bagaimana yg sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah secara keseluruhan.
Ust: Iya, maka dari itu kamu harus belajar. Belajar ya :)
S: Iya Ustadz, tapi Ustadz berarti kita belum berjamaah dong kalo belum ikut dalam suatu golongan?
Ust: Tidak seperti itu, kita tetap berjamaah dengan muslimin dan muslimat yang berpegang pada Al-Qur'an dan sunnah. Sudah, kamu fokus belajar aja. Ndak perlu berpusing-pusing atas ini.
S: Ya Ustadz, makasih.
[Adzan Ashar]
Dan pembelajaran ndak dilanjutkan
Ust: Shifa, kita sudahi saja ya. Setelah ini boleh pulang. Sy kurang nyaman.
S: Iya Ustadz.
Kenapa ya? [nanya dlm hati] ... Mungkin krn yg lain ga hadir [menjawab dlm hati]
***
Masyaa Allah, sama-sama angkatan 2008, tapi ilmu agamanya ... [speechless] :'))
Ahad, 090613
Berasa privat euy.
***
[Di sela-sela pembelajaran]
S: Ustadz, ceritain dong perbedaan yang ada dalam Islam
Ust: Perbedaan dalam Islam dlm hal apa?
S: Yang tentang gerakan Stadz.
Ust: Baik, akarnya, agama (dien) yang turun dari Allah (samawi) itu ada 3: Yahudi, Nasrani dan Islam. Yahudi nantinya akan terbagi jadi 71 golongan, Nasrani 72 golongan, dan Islam 73 golongan. Fitrah kalo ada perbedaan.
Nah, Islam sendiri ada beberapa golongan. Ada Khawarij, Syiah, ... (aku lupa, bliau menjabarkan bbrp golongan. Harus diulas lagi nih!). Yang paling mendekati sunnahku, itulah golongan yang terbaik (Rasul). Kita ikuti apa yang sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah Rasul.
S: Gimana dg kondisi skrg Ust?
Ust: Iya, banyak golongan yg menyebutkan bahwa golongannya yang sesuai dg Al-Qur'an dan sunnah. Kita harus lihat mana yang benar2 seusai dengan Al-Qur'an dan sunnah.
S: Tapi Ustadz, sy belum paham betul bagaimana yg sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah secara keseluruhan.
Ust: Iya, maka dari itu kamu harus belajar. Belajar ya :)
S: Iya Ustadz, tapi Ustadz berarti kita belum berjamaah dong kalo belum ikut dalam suatu golongan?
Ust: Tidak seperti itu, kita tetap berjamaah dengan muslimin dan muslimat yang berpegang pada Al-Qur'an dan sunnah. Sudah, kamu fokus belajar aja. Ndak perlu berpusing-pusing atas ini.
S: Ya Ustadz, makasih.
[Adzan Ashar]
Dan pembelajaran ndak dilanjutkan
Ust: Shifa, kita sudahi saja ya. Setelah ini boleh pulang. Sy kurang nyaman.
S: Iya Ustadz.
Kenapa ya? [nanya dlm hati] ... Mungkin krn yg lain ga hadir [menjawab dlm hati]
***
Masyaa Allah, sama-sama angkatan 2008, tapi ilmu agamanya ... [speechless] :'))
Ahad, 090613
Rabu, 05 Juni 2013
(???)
(???)
Galau malam ini adalah tentang bagaimana menentukan halal-haram dalam konsep ekonomi Islam.
Ada pandangan bahwa, penggiat ekonomi islam sekarang yang berkecimpung dalam instansi-instansi yang membawa nama syariah atau islam malah melakukan suatu kekeliruan.
Kekeliruan tersebut antara lain adalah karena sistem yang digunakan masih dalam lingkaran sistim yang dibentuk oleh negara Barat yang notabenenya memiliki ideologi sekuler.
Apakah sistim yang diterapkan maupun produk2 yang ditawarkan oleh instansi syariah sudah sesuai dengan kaidah2 dalam fiqh muamalah? Apakah justru hal yang dilakukan sekarang adalah sebuah pemakluman untuk menghalalkan sesuatu yang sebenarnya haram untuk dilakukan?
Allah melarang riba, menghalalkan jual-beli. Akan tetapi, pada kenyataanya, perbankan syariah di Indonesia belum bisa terlepas dari sistim yang dibentuk oleh BI.
(???)
Apakah sebenarnya yang harus dilakukan umat Islam dalam mendobrak rantai ekonomi yang telah tersekulerkan dengan baik ini? Apakah harus terus mengikuti sistim? Apakah harus keluar dari sistim?
Menarik yang dilakukan oleh salah satu penggiat ekonomi Islam yang ada di Sawangan. Beliau secara perlahan menularkan tindakan yang mencerminkan kegigihannya dalam melakukan praktik ekonomi Islam. Kebiasaannya menggunakan dinar-dirham dalam bertransaksi merupakan usaha nyata untuk keluar dari sistim yang ada.
(???)
22.50
Galau malam ini adalah tentang bagaimana menentukan halal-haram dalam konsep ekonomi Islam.
Ada pandangan bahwa, penggiat ekonomi islam sekarang yang berkecimpung dalam instansi-instansi yang membawa nama syariah atau islam malah melakukan suatu kekeliruan.
Kekeliruan tersebut antara lain adalah karena sistem yang digunakan masih dalam lingkaran sistim yang dibentuk oleh negara Barat yang notabenenya memiliki ideologi sekuler.
Apakah sistim yang diterapkan maupun produk2 yang ditawarkan oleh instansi syariah sudah sesuai dengan kaidah2 dalam fiqh muamalah? Apakah justru hal yang dilakukan sekarang adalah sebuah pemakluman untuk menghalalkan sesuatu yang sebenarnya haram untuk dilakukan?
Allah melarang riba, menghalalkan jual-beli. Akan tetapi, pada kenyataanya, perbankan syariah di Indonesia belum bisa terlepas dari sistim yang dibentuk oleh BI.
(???)
Apakah sebenarnya yang harus dilakukan umat Islam dalam mendobrak rantai ekonomi yang telah tersekulerkan dengan baik ini? Apakah harus terus mengikuti sistim? Apakah harus keluar dari sistim?
Menarik yang dilakukan oleh salah satu penggiat ekonomi Islam yang ada di Sawangan. Beliau secara perlahan menularkan tindakan yang mencerminkan kegigihannya dalam melakukan praktik ekonomi Islam. Kebiasaannya menggunakan dinar-dirham dalam bertransaksi merupakan usaha nyata untuk keluar dari sistim yang ada.
(???)
22.50
Selasa, 04 Juni 2013
Pertanyaan..
#1 Mengapa peradaban barat mengambil falsafah Yunani sebagai dasar pembaruan saat masa Renaissance?
#2 Mengapa peradaban barat juga mengambil unsur ketatanegaraan dari bangsa Romawi?
#3 Bagaimana alur peradaban yang ada di dunia? (dari zaman Nabi Adam hingga sekarang)
#4 Bagaimana maksud dari post modern?
#2 Mengapa peradaban barat juga mengambil unsur ketatanegaraan dari bangsa Romawi?
#3 Bagaimana alur peradaban yang ada di dunia? (dari zaman Nabi Adam hingga sekarang)
#4 Bagaimana maksud dari post modern?
[Lanjut post sebelumnya ya]
Masih seputar liberalisme..
Pandangan yang memisahkan antara agama dengan dunia, ruang dan waktu ini menginduk pada kebebasan.
Contohnya adalah ketika tidak ada pelibatan Sang Pemberi Rezeki dalam berusaha melakukan pemenuhan kebutuhan.
Begitu juga dengan perlakuan pemisahan antara hukum yang berlaku di sebuah negara dengan ajaran dien (orang kita menyebutnya agama). Pemisahan ini antara lain tidak membolehkan penganut agama memasukkan unsur keberagaman dalam bekerja, misalnya bos di kantor melakukan pelarangan atas karyawannya yang sholat di sela-sela waktu kerja.
Hal ini karena bos di kantor berpikir bahwa sayang untuk menyiakan waktu untuk melakukan sholat. Ketika waktu terbuang untuk sholat, maka waktu bekerja otomatis berkurang, maka produktivitas menurun, maka akan berpengaruh pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Inilah yang terjadi jika orientasi manusia mengarah pada hal-hal yang berbau fisik saja dan tidak mengindahkan yang metafisik.
Itu contoh hal kecil yang mengindikasikan adanya paham liberalisme yang telah merebak di sekitar kita..
21.05
Pandangan yang memisahkan antara agama dengan dunia, ruang dan waktu ini menginduk pada kebebasan.
Contohnya adalah ketika tidak ada pelibatan Sang Pemberi Rezeki dalam berusaha melakukan pemenuhan kebutuhan.
Begitu juga dengan perlakuan pemisahan antara hukum yang berlaku di sebuah negara dengan ajaran dien (orang kita menyebutnya agama). Pemisahan ini antara lain tidak membolehkan penganut agama memasukkan unsur keberagaman dalam bekerja, misalnya bos di kantor melakukan pelarangan atas karyawannya yang sholat di sela-sela waktu kerja.
Hal ini karena bos di kantor berpikir bahwa sayang untuk menyiakan waktu untuk melakukan sholat. Ketika waktu terbuang untuk sholat, maka waktu bekerja otomatis berkurang, maka produktivitas menurun, maka akan berpengaruh pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Inilah yang terjadi jika orientasi manusia mengarah pada hal-hal yang berbau fisik saja dan tidak mengindahkan yang metafisik.
Itu contoh hal kecil yang mengindikasikan adanya paham liberalisme yang telah merebak di sekitar kita..
21.05
Liberal!?
Belum. Yap, belum aku paham betul mengenai topik yang satu ini.
*sebenernya banyak hal yang belum aku ketahui, tapi bolehlah yaa ngeshare beberapa hal yang sekiranya bermanfaat.. XD
Liberalisme, paham apakah ini?
Liberalisme muncul sebagai bentuk turunan atau derivatif dari sekularisme. Sekularisme pada dasarnya adalah produk dari kemunculan peradaban baru setelah masa kegelapan di Eropa.
Adapun masa kegelapan itu hadir akibat kejenuhan masyarakat khususnya kaum intelek yang tak tahan atas doktrin penguasa. Penguasa saat itu ialah para teolog gereja.
Kejenuhan ini muncul akbiat tak ada kebebasan dalam berpikir. Pemikiran yang tak sesuai dengan doktrin gereja akan mengakibatkan sang empunya pemikiran mendapatkan heresi atau hukuman.
Singkat cerita, pemikiran sekularisme ini mulai muncul dengan dasar yang jelas bahwa ada pemisahan antara agama dan dunia. Ada pemisahan antara sesuatu yang bersifat fisik dan metafisik. Pemisahan antara sesuatu yang terindra dan tidak terindera. Kemudian, pemikiran ini memiliki turunan-turunan seperti kapitalisme, liberalisme, relativisme, humanisme, dll.
***
*belom beres nih, ntar deh, si bocil lg butuh temen belajar, hehe.. :D
*sebenernya banyak hal yang belum aku ketahui, tapi bolehlah yaa ngeshare beberapa hal yang sekiranya bermanfaat.. XD
Liberalisme, paham apakah ini?
Liberalisme muncul sebagai bentuk turunan atau derivatif dari sekularisme. Sekularisme pada dasarnya adalah produk dari kemunculan peradaban baru setelah masa kegelapan di Eropa.
Adapun masa kegelapan itu hadir akibat kejenuhan masyarakat khususnya kaum intelek yang tak tahan atas doktrin penguasa. Penguasa saat itu ialah para teolog gereja.
Kejenuhan ini muncul akbiat tak ada kebebasan dalam berpikir. Pemikiran yang tak sesuai dengan doktrin gereja akan mengakibatkan sang empunya pemikiran mendapatkan heresi atau hukuman.
Singkat cerita, pemikiran sekularisme ini mulai muncul dengan dasar yang jelas bahwa ada pemisahan antara agama dan dunia. Ada pemisahan antara sesuatu yang bersifat fisik dan metafisik. Pemisahan antara sesuatu yang terindra dan tidak terindera. Kemudian, pemikiran ini memiliki turunan-turunan seperti kapitalisme, liberalisme, relativisme, humanisme, dll.
***
*belom beres nih, ntar deh, si bocil lg butuh temen belajar, hehe.. :D
Sesat Pikir kah?
Tulisan kali ini berangkat dari ketidaknyamanan sy akan hal yg 'baru' bagi saya.
Sore ini, 6 Juni 2013, saya bersama beberapa teman kajian main ke FIB untuk liat seminar yang sedang dilangsungkan di sana.
Menarik.
Lucu.
Kocak.
Seperti menemui dunia dan pemikiran baru. Mungkin karena saya terlampau nyaman dengan pemikiran orang-orang yang cukup homogen di sekitar saya. Atau malah apatis? wkwkwk.. Mbohlah.. :D
***
Pelajaran yang saya dapat hari ini adalah...
1. Yah, jangan ngambil risiko lah kalau mau jadi pembicara tapi belom mumpuni. Ngelmu dululah baru banyak spik. Bukankah akan ada pertanggungjawaban atas apa yang kita katakan? :')
2. Kalo ngomong ntu mesti banget pake landasan yang jelas. Landasan yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan menclamencle. Ngomong di ranah publik wooy!
3. Jadi orang populis mah gampang. Sok2 out of the box aja mikirnya. Padahal 'akar'nya ga paham.. :p
agak esmosi sayaa.. XD
***
Yang jelas, banyak skali pemikiran di luar sana yang jauh dari pemikiran kita. Belum tentu pemikiran orang-orang di luar sana adalah pemikiran yang tepat. Tapi ga menjamin juga pemikiran kita adalah pemikiran yang tepat. Intinya, BELAJARLAAAH!
Belajar pada orang yang tepat.
Beajar pada ahlinya.
Bukan pada orang yang ga ngelmu.
Karena ilmu bukan lelucon. Karena agama adalah suatu yang sakral. Bukan bahan cemoohan. Bukan bahan debat kusir.
Yuk marii.. Kita...
*Perbanyak membaca.
*Perbanyak berdo'a agar dituntun ke jalan yg tepat. (teori 1.6, Al-Fatihah ayat 6)
***
Terlepas dari kegalauan saya tentang Ilmu, layaknya Al Ghazali yang pernah galau dalam masanya, saya mau mempertanyakan ini saat seminar tadi:
1. Apa makna dan konsep agama dalam pandangan Bapak2 sekalian?
2. Apa sumber atau dalil yang sah dan penafsiran yang tepat mengenai dalil yang Bapak sampaikan tadi?
***
Mari tak hanya gunakan indera dalam berpikir dan merenung. Mari coba libatkan akal dan hati. Libatkan wahyu. Ini poinnya. Bersenandunglah dengan wahyu. Jangan asal jeplak! :p
#esmosi, mari berwudhu :)
Sore ini, 6 Juni 2013, saya bersama beberapa teman kajian main ke FIB untuk liat seminar yang sedang dilangsungkan di sana.
Menarik.
Lucu.
Kocak.
Seperti menemui dunia dan pemikiran baru. Mungkin karena saya terlampau nyaman dengan pemikiran orang-orang yang cukup homogen di sekitar saya. Atau malah apatis? wkwkwk.. Mbohlah.. :D
***
Pelajaran yang saya dapat hari ini adalah...
1. Yah, jangan ngambil risiko lah kalau mau jadi pembicara tapi belom mumpuni. Ngelmu dululah baru banyak spik. Bukankah akan ada pertanggungjawaban atas apa yang kita katakan? :')
2. Kalo ngomong ntu mesti banget pake landasan yang jelas. Landasan yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan menclamencle. Ngomong di ranah publik wooy!
3. Jadi orang populis mah gampang. Sok2 out of the box aja mikirnya. Padahal 'akar'nya ga paham.. :p
agak esmosi sayaa.. XD
***
Yang jelas, banyak skali pemikiran di luar sana yang jauh dari pemikiran kita. Belum tentu pemikiran orang-orang di luar sana adalah pemikiran yang tepat. Tapi ga menjamin juga pemikiran kita adalah pemikiran yang tepat. Intinya, BELAJARLAAAH!
Belajar pada orang yang tepat.
Beajar pada ahlinya.
Bukan pada orang yang ga ngelmu.
Karena ilmu bukan lelucon. Karena agama adalah suatu yang sakral. Bukan bahan cemoohan. Bukan bahan debat kusir.
Yuk marii.. Kita...
*Perbanyak membaca.
*Perbanyak berdo'a agar dituntun ke jalan yg tepat. (teori 1.6, Al-Fatihah ayat 6)
***
Terlepas dari kegalauan saya tentang Ilmu, layaknya Al Ghazali yang pernah galau dalam masanya, saya mau mempertanyakan ini saat seminar tadi:
1. Apa makna dan konsep agama dalam pandangan Bapak2 sekalian?
2. Apa sumber atau dalil yang sah dan penafsiran yang tepat mengenai dalil yang Bapak sampaikan tadi?
***
Mari tak hanya gunakan indera dalam berpikir dan merenung. Mari coba libatkan akal dan hati. Libatkan wahyu. Ini poinnya. Bersenandunglah dengan wahyu. Jangan asal jeplak! :p
#esmosi, mari berwudhu :)
Langganan:
Komentar (Atom)